Sulli F(x) Bisa Jadi Simbol Kebebasan & Feminis Korea

CNBC Lifestyle Dipublikasikan 04.39, 16/10/2019 • Thea Fathanah Arbar

Jakarta, CNBC Indonesia - Kematian penyanyi sekaligus aktris asal Korea Selatan, Choi Jin-ri atau lebih dikenal dengan nama Sulli yang mendadak pada Senin (14/10) sore lalu membuat banyak orang tidak percaya.

Sulli yang berusia 25 tahun, nyatanya memiliki sisi lain yang blak-blakan. Dengan pandangan berpikiran maju tentang politik, hak-hak perempuan & seksualitas, Sulli dapat menjadi simbol perubahan zaman di Korea Selatan kini.

Bahkan sejak awal muncul dalam industri K-pop, sepertinya Sulli ditakdirkan untuk memiliki tempat yang tidak konvensional dalam industri ini. Sebagai seorang wanita cantik yang menonjol dalam girlband f(x) asuhan agensi terbesar K-Pop, SM Entertainment, Sulli dan Victoria, Luna, Amber, serta Krystal sedikit 'menyimpang' dari penampilan girlband biasanya.

Jika girlband lain hidup mengkilap dan bergelembung dengan single atipikal, f(x) malah bereksperimental dengan beberapa lagunya, seperti 'Rum Pum Pum Pum' mengenai gigi dan hubungan relasi dan 'Pinocchio (Danger)' membicarakan karakter Disney yang mereka cintai.

Setelah lima tahun bergabung dengan f(x), Sulli hiatus di tengah-tengah promosi untuk album Red Light pada 2014. Ia dikabarkan kelelahan mental dan fisik dari komentar dan rumor yang sedang mengikutinya.

Komentar-komentar itu berubah menjadi jahat setelah tahu bahwa Sulli berpacaran dengan rapper Dynamic Duo, Choiza yang berusia 14 tahun lebih tua darinya. Tentu hal ini menjadi gempar bagi para penggemar di dunia K-pop. Apalagi berpacaran merupakan hal yang tabu untuk seorang idol di Korea.

Sementara pekerjaan profesionalnya berfokus pada film dan model, Sulli malah menjadi lebih dikenal karena kehadiran media sosial yang memberikan sudut pandang berbeda dari kebanyakan orang.

Bagi masyarakat Korea Selatan yang sangat konservatif, Sulli cukup 'kontroversi'. Contohnya ia pendapat bahwa ia tidak senang menggunakan bra, sebab menyesakkan untuknya. Ia juga memposting foto dengan pacarnya secara publik, sehingga menggerakkan komunitas warganet yang terkenal keras di negara ginseng tersebut.

Perempuan kelahiran 29 Maret 1994 ini juga tidak takut menyuarakan pilihan politiknya. Jika banyak selebriti yang tidak menunjukan dukungan publik ketika Korea Selatan membatalkan larangan aborsi, Sulli malah mempertaruhkan posisinya sebagai warga negara yang pro dengan tindakan aborsi.

Sejak saat itu, banyak warganet atau haters yang mengolok-olok namanya dan mengkritik tubuh, bakat, dan kesejahteraan mentalnya.

Titik terberat yang harus dilalui Sulli adalah setelah ia berperan dalam film Real (2017) bersama aktor Kim Soo-Hyun. Dalam film itu, Sulli yang masih berusia 22 tahun memerankan seorang ahli terapi rehabilitasi, yang memiliki adegan telanjang dan penggunaan narkoba.

Film ini memicu lebih banyak komentar negatif tentang dirinya. Banyak warganet yang percaya ia memang pengguna narkoba, yang tentu ilegal di Korea Selatan. Sulli akhirnya berbicara tentang hal itu. Untuk mendalami peran itu, ia menggunakan metode dengan menonton film-film yang berhubungan dengan narkoba sebanyak 5 kali dalam sehari.

Kontroversinya berlanjut hingga menjadi sebuah kesalahpahaman sepanjang hidupnya.

Kecenderungannya pada kontroversi mendapatkan tempat. Sulli bergabung dengan variety show 'The Night of Hate Comments' sebagai pembawa acara termuda dan paling blak-blakan. Sulli tentu membuat para bintang tamu yang kebanyakan selebritis untuk merespons dan bereaksi terhadap haters mereka.

Di acara itu, Sulli dengan percaya diri membuka banyak topik, termasuk rumor kehamilannya, rencana berkeluarga, preferensi kencan dan banyak lagi.

Ketika ia kembali ke musik, melalui tiga lagu yang dengan single Goblin pada Juni, Sulli merangkul suara pop yang tak terduga dengan judul lagu yang membahas seseorang dengan gangguan disosiatif. Kesehatan mental sebagian besar masih dianggap tabu di Korea, tetapi Sulli tampaknya menjadikan hal tersebut sebagai bahan ide untuk kembali ke dunia musik K-pop.

Karier Sulli menjadi semakin menarik ketika ia mendapat dukungan dari SM Entertainment, agensi yang dikenal menampung beberapa idola industri yang paling murni dan terus mendorongnya untuk mendapatkan peluang panggung pertunjukan baru di tengah-tengah kepribadiannya yang memecah belah.

Sejatinya, Sulli yang blak-blakan, meninggalkan industri ini pada saat para idol K-pop, terutama perempuan, masih tidak dapat sepenuhnya dan secara bebas mengekspresikan diri mereka sendiri tanpa risiko serangan balik yang besar dari publik.

Selamat Jalan, Sulli!

Sulli Bisa Jadi Simbol Kebebasan & Feminis Korea

Foto: Infografis/Data dan Fakta Sulli F(X)/Edward Ricardo

Artikel Asli