Sulli Berjuang Lawan Serangan Panik Semasa Hidup, Yuk Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Tribun Style Dipublikasikan 08.00, 16/10/2019 • Apriantiara Rahmawati Susma
Sulli Berjuang Lawan Serangan Panik Semasa Hidup, Yuk Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sulli dikabarkan sempat mengalami gangguan mental berupa serangan panik semasa hidupnya.

Lantas, apakah itu serangan panik?

Simak definisi, gejala, penyebab serta cara mengatasinya!

TRIBUNSTYLE.COM - Duka tengah dirasakan penggemar Kpop, pasalnya mantan member f(x), Sulli dikabarkan meninggal dunia.

Sulli dikabarkan meninggal dunia di lantai 2 rumahnya pada Senin (14/10/2019).

14 tahun berkecimpung di dunia hiburan Korea Selatan, Sulli disebut mengalami sejumlah gangguan mental.

Semasa hidupnya, Sulli juga kerap mendapatkan kritikan pedas dari netizen.

Sebelumnya, Sulli sempat mengungkapkan penyakit mental yang ia derita sejak kecil.

Hal itu ia sampaikan melalui reality show-nya 'Jinri Store' yang tayang tahun 2018 lalu.

“Bahkan orang terdekat meninggalkanku. Aku terluka oleh mereka dan merasa tak ada yang mengerti aku, membuatku hancur,” ucap Sulli dalam cuplikan 'Jinri Store'.

"Fobia sosial, gangguan panik … aku menderita gangguan panik sejak aku kecil." lanjutnya.

5 Fakta Perjalanan Karir Sulli Eks Member F(x), dari Aktris Cilik, Idol hingga Terjun ke Dunia Film. (Soompi)

Lantas, apakah itu gangguan panik dan serangan panik?

Seperti dikutip dari psycom.net, gangguan panik adalah diagnosis yang diberikan kepada orang yang mengalami serangan panik berulang dan tidak terduga.

Serangan panik adalah gelombang rasa takut atau ketidaknyamanan yang tiba-tiba mencapai puncaknya dalam beberapa menit, dan selama itu berbagai gejala psikologis dan fisik akan muncul.

Serangan panik menyebabkan berbagai gejala yang bisa menakutkan bagi individu yang mengalami serangan itu.

Beberapa orang salah mengira serangan panik disebabkan oleh serangan jantung dan banyak yang percaya bahwa mereka sedang sekarat.

Serangan panik biasanya memiliki durasi 10 menit atau kurang dari itu.

Serangan panik jarang berlangsung selama lebih dari satu jam, yang paling lama berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit.

Apakah serangan panik dapat membahayakan kesehatanmu?

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychology Medicine, orang yang menderita serangan panik dan gangguan panik mungkin berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan penyakit jantung di kemudian hari.

Meskipun demikian, serangan panik tidak mengancam nyawa penderitanya.

Penyebab serangan panik dan gangguan panik

Jika kamu cenderung mengalami emosi negatif dan peka terhadap kecemasan, kamu mungkin berisiko mengalami serangan panik dan gangguan panik.

Pengalaman masa kanak-kanak dari pelecehan seksual atau fisik, merokok, dan stresor interpersonal juga bisa menjadi faktor penyebab.

Serangan panik dan gangguan panik juga bisa diturunkan dari orangtua.

Jika orangtua mereka pernah mengalami kecemasan, depresi atau menderita gangguan bipolar, anak mereka juga beresiko terkena gangguan panik.

Gejala-gejala serangan panik

Gejala-gejala serangan panik. (healthline.com)

Masih dikutip dari psycom.net, berdasarkan kriteria gangguan panik DSM-5, gejala serangan panik baik secara fisik maupun psikologis antara lain adalah:

1. Palpitasi, jantung berdebar, atau detak jantung yang cepat.

2. Berkeringat

3. Gemetaran.

4. Sesak napas.

5. Merasa seperti tercekik.

6. Nyeri dada.

7. Pusing dan menggigil.

8. Kehilangan kendali.

9. Perasaan terlepas dari diri sendiri atau lingkungan, atau mengamati diri sendiri dari luar tubuh. 

Cara mengatasi serangan panik

Lalu, bagaimana caranya mengatasi serangan panik itu sendiri?

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi serangan panik.

1. Berlatih pernapasan dalam

Sesak nafas adalah gejala umum dari serangan panik yang dapat membuatmu tidak terkendali.

Mulailah dengan mengambil napas dalam-dalam selama total empat detik, tahan selama satu detik, dan lepaskan selama total empat detik, ulanglah selama beberapa kali.

2. Gunakan teknik relaksasi otot

Di tengah-tengah serangan panik, tidak dapat dihindari bahwa kamu akan merasa seperti kehilangan kendali atas tubuhmu sendiri, tetapi teknik relaksasi otot memungkinkan kamu mendapatkan kembali kendali itu.

Mulailah dengan mengepalkan tangan dan pegang erat-erat sampai hitungan ke-10. Setelah mencapai 10, lepaskan tangan dan biarkan tangan rileks sepenuhnya.

3. Fokus pada objek tertentu

Pilih objek tertentu di suatu tempat di depanmu dan lihat semua yang kamu perhatikan tentang objek itu — mulai dari warna dan ukurannya hingga pola apa pun yang mungkin ada, di mana kamu mungkin pernah melihat orang lain menyukainya, atau sesuatu yang sepenuhnya berlawanan dengan objek itu. (TribunStyle.com/Tiara Susma)

Artikel Asli