Suka Makan Tahu? Ketahui Manfaatnya untuk Cegah Berbagai Penyakit

Tempo.co Dipublikasikan 09.30, 16/09/2019 • Mila Novita
Ilustrasi tahu (Pixabay.com)
Tahu yang kaya protein, kalsium, dan zat besi diyakini mampu mencegah berbagai penyakit, termasu kanker dan jantung.

TEMPO.CO, Jakarta - Tahu dikenal sebagai salah satu makanan sumber protein nabati. Terbuat dari kedelai, makanan ini sangat populer di Indonesia, Asia Tenggara, dan Asia Timur.

Selain protein, tahu juga kaya akan kalsium dan zat besi yang baik, juga tahu juga bebas gluten, bebas kolesterol, dan rendah kalori. Jadi tidak heran jika makanan ini diyakini mampu membantu Anda mencegah berbagai penyakit berikut ini.

1. Penyakit jantung

Banyak penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi sayur-sayuran dan bahan pangan nabati seperti kedelai memiliki kaitan dengan menurunnya risiko sakit jantung. Isoflavon dalam kedelai dipercaya bisa mengurangi peradangan pada pembuluh darah sekaligus meningkatkan kelenturannya.

Mengonsumsi sekitar 50 gram produk kedelai setiap hari mampu memperbaiki kadar lemak darah dan menurunkan risiko sakit jantung sebanyak 10 persen.

Pada wanita yang sudah menopause, asupan isoflavon yang tinggi terkait dengan membaiknya faktor-faktor yang melindungi tubuh dari kemungkinan serangan jantung. Contohnya, indeks massa tubuh ideal, ukuran lingkar pinggang normal, kadar insulin, dan kadar kolesterol baik HDL.

Tak hanya isoflavon, kandungan saponin dari tahu juga memperbesar manfaat tahu dalam melindungi kesehatan jantung.

2. Kanker payudara

Wanita yang mengonsumsi produk-produk kedelai setidaknya seminggu sekali, dikatakan memiliki risiko kanker payudara yang menurun sebesar 48-56 persen. Efek perlindungan ini didapatkan dari isoflavon, yang juga berpengaruh positif terhadap siklus menstruasi dan kadar estrogen.

Efek proteksi terhadap kanker payudara tersebut paling banyak didapatkan oleh perempuan yang terbiasa mengonsumsi tahu dan produk kedelai sejak kecil.

3. Kanker saluran pencernaan

Penelitian yang mengamati kaitan antara konsumsi tahu dan kanker lambung menemukan bahwa risiko penyakit ini menurun sebanyak orang yang cukup banyak mengonsumsi tahu, 61 persen pada pria dan 59 persen pada perempuan. Sedangkan risiko kanker saluran pencernaan lainnya berpotensi berkurang sebanyak 7 persen.

4. Kanker prostat

Konsumsi lebih banyak tahu dan produk-produk kedelai bisa menurunkan risiko kanker prostat sebanyak 32 sampai 51 persen pada pria.

Beberapa penelitian sudah mendukung temuan tersebut dan menyimpulkan bahwa manfaat pencegahan kanker prostat dari isoflavon dalam tahu, tergantung pada jumlah konsumsi tahu serta tipe bakteri saluran cerna yang ada di usus Anda.

5. Diabetes

Sebuah penelitian yang melibatkan para perempuan usia menopause menemukan bahwa konsumsi isoflavon kedelai sebanyak 100 gram per hari, dapat mengurangi kadar gula dalam darah sebanyak 15 persen dan menurunkan kadar insulin sebanyak 23 persen.

Sementara studi lainnya menemukan bahwa mengonsumsi isoflavon setiap hari selama satu tahun, akan memperbaiki sensitivitas insulin dan kondisi lemak darah, sekaligus mengurangi risiko sakit jantung.

Di samping berguna dalam menjauhkan Anda dari beragam penyakit, tahu juga menawarkan banyak kebaikan. Salah satunya adalah memperlambat pengeroposan tulang jika mengonsumsi sampai 80 miligram isoflavon dari kedelai setiap hari, terutama pada wanita yang baru memasuki masa menopause.

Isoflavon dalam kedelai juga dapat membantu fungsi otak dan kemampuan memori, khususnya pada wanita di atas usia 65 tahun. Kandungan isoflavon dalam kedelai dipercaya bisa mengurangi gejala hot flashes pada masa menopause.

Mengonsumsi 40 mg isoflavon dari kedelai setiap hari mampu mengurangi keriput pada kulit sekaligus meningkatkan kelenturannya dalam jangka waktu delapan hingga 12 minggu.

Jadi, jangan lupa sering memasukkan tahu dalam menu makan, setidaknya beberapa kali dalam seminggu. Cita rasa tahu yang netral membuat makanan ini mudah diolah dengan berbagai bumbu dan dipadukan dengan berbagai jenis makanan lain. Tahu juga memiliki tingkat kepadatan yang berbeda-beda.
SEHATQ

Artikel Asli