Suhu Panas Landa Indonesia, BMKG Prediksi Sampai 10 Hari Ke Depan

Kompas.com Dipublikasikan 06.48, 23/10/2019 • Gloria Setyvani Putri
Shutterstock
Ilustrasi cuaca panas, heat stroke

KOMPAS.com - Beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah Indonesia mengalami suhu udara yang sangat panas di siang hari.

Menurut hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara maksimum bisa mencapai lebih dari 39 derajat Celsius sejak 19 Oktober 2019.

Disampaikan oleh Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari, ada dua alasan kenapa cuaca di Indonesia begitu panas.

Baca juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, Ini 3 Daerah dengan Suhu Tertinggi

Pertama, sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam kondisi kemarau, khususnya wilayah yang ada di selatan ekuator.

Kedua, saat ini posisi semu matahari berada tepat di atas Indonesia (sekitar ekuator).

"Poin kedua ini menyebabkan intensitas penyinaran matahari menjadi lebih tinggi," kata Indra kepada Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

Dampak suhu sangat panas karena posisi semu matahari berada di atas Indonesia, diprediksi BMKG akan berlangsung sampai 10 hari ke depan.

"Kalau dari posisi semu matahari dampaknya akan terasa sampai seminggu atau 10 hari ke depan, seperti daerah-daerah yang berada di bagian Selatan Jawa dan NTT," terang Indra.

Rekor suhu terpanas di Indonesia

Berikut adalah 10 data suhu terpanas sejak 1981 yang pernah dicatat oleh Stasiun BMKG:

  • 40.6 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Klimatologi Banjarbaru-KALSEL pada tanggal 16 Agustus 1997.
  • 40.2 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Geofisika Kota Bumi-LAMPUNG pada tanggal 21 Oktober 2006.
  • 40.2 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Geofisika Kota Bumi-LAMPUNG pada tanggal 31 Oktober 2006.
  • 40.2 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Temindung-KALTIM pada tanggal 8 Februari 2008.
  • 40.1 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Geser-MALUKU pada tanggal 23 Oktober 1990.
  • 40.0 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Nangapinoh-KALBAR pada tanggal 8 Agustus 1994.
  • 40.0 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Jatiwangi-JABAR pada tanggal 12 Oktober 2002.
  • 40.0 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Tual-MALUKU pada tanggal 21 Oktober 2002.
  • 39.9 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Kasiguncu-SULTENG pada tanggal 28 Juni 1985
  • 39.9 derajat Celsius, tercatat di Stasiun Meteorologi Bima-NTB pada tanggal 23 Oktober 2008.

Baca juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, Baiknya Minum Minuman Dingin atau Panas?

 

Penulis: Gloria Setyvani PutriEditor: Gloria Setyvani Putri

Artikel Asli