Sudirman Said Sayangkan Keputusan Sri Mulyani Setop Sementara STAN

kumparan Dipublikasikan 13.39, 10/07 • kumparanBISNIS
Sudirman Said saat ditemui di Kantor Wakil Presiden Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Langkah Kementerian Keuangan menghentikan sementara penerimaan CPNS termasuk dari lulusan Politeknik Keuangan Negara atau PKN STAN, disesalkan Sudirman Said. Mantan Menteri ESDM itu pernah menjadi Ketua Ikatan Alumni STAN dan kini juga merupakan pengajar di STAN.

Keputusan menghentikan sementara penerimaan CPNS termasuk alumni STAN, akan berlangsung selama lima tahun, yakni 2020-2024. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan atau PMK No. 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

Sebelumnya, Kemenkeu juga menghentikan penerimaan mahasiswa baru PKN STAN untuk tahun ajaran 2020 ini, dengan alasan rekrutmen terganggu pandemi virus corona. Sementara pada saat yang sama, penerimaan mahasiswa sekolah kedinasan lainnya tetap berlangsung.

“Bila betul mau ada moratorium, saya sangat berharap dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga belum menjadi keputusan final,” kata Sudirman melalui pernyataan resmi, Jumat (10/7).

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani saat melantik Kepala BKF dan Dirut LMAN. Foto: Dok. Kemenkeu RI

Menurutnya, STAN adalah simbol harapan bagi anak-anak orang biasa yang ingin memperoleh pendidikan bermutu dan masa depan yang lebih baik. “Banyak sekali anak-anak dari kalangan orang biasa, bahkan keluarga yang amat miskin, mengalami naik kelas sosial secara bermartabat karena pendidikan di STAN,” tandas Ketua Ikatan Alumni STAN periode 2013-2016 itu.

Dia menilai, sistem seleksi dan penerimaan mahasiswa STAN amat kompetitif. Selain itu, proses pendidikannya juga ketat, sehingga menjadi penyeleksi talenta terbaik di sektor akuntansi dan keuangan publik.

Tanpa Setop STAN, Ruang Efisiensi Masih Luas

Terkait alasan efisiensi sebagai latar belakang penghentian sementara rekrutmen CPNS termasuk dari STAN, Sudirman berpendapat organisasi penyedia jasa seperti birokrasi memiliki ruang efisiensi yang luas sekali. Bahkan menurutnya, pandemi virus corona telah membuktikan bahwa sistem kerja menggunakan teknologi dapat menghemat banyak biaya.

“Sayang kalau dengan alasan efisiensi anggaran, STAN harus ditutup sementara. Investasi di pendidikan tidak akan pernah rugi. Menteri Keuangan (Sri Mulyani) jangan sampai membuat dosa sejarah,” ujarnya.

Apalagi mengutip pernyataan Sekjen Kemenkeu, Hadiyanto, dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Sudirman Said menyebut lulusan STAN dibutuhkan banyak instansi. Mulai dari BUMN, kementerian dan lembaga, BUMD, termasuk Pemerintah Daerah juga membutuhkan SDM dengan kualifikasi seperti lulusan STAN.

Karena itu menurut Sudirman Said, jalan keluar efisiensi dari aspek ketenagakerjaan di Kemenkeu jangan moratorium, tetapi bisa realokasi lulusan.

“Siapa yang harus membiayai? Ya negara. Paling efektif, ya biarkan Kementerian Keuangan yang menyediakan anggaran. Toh sama saja kalaupun dibayar Pemda atau kementerian/ lembaga lain, uangnya lewat Kementerian Keuangan juga,” tandas lulusan STAN tahun 1990 itu.

Artikel Asli