Suami Tolak Petugas saat Mau Jemput Istri dan Anaknya yang Positif Corona

Suara.com Dipublikasikan 11.29, 11/08 • Reza Gunadha
Seorang warga berinisial IM menolak kehadiran petugas kesehatan dan aparatur kelurahan yang berniat mengevakuasi istri dan anaknya yang positif COVID-19 ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Selasa (11/7/2020). Peristiwa itu terjadi di Setu, Cipayung, Jakarta Timur.[HO-Kelurahan Setu]
Seorang warga berinisial IM menolak kehadiran petugas kesehatan dan aparatur kelurahan yang berniat mengevakuasi istri dan anaknya yang positif COVID-19 ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Selasa (11/7/2020). Peristiwa itu terjadi di Setu, Cipayung, Jakarta Timur.[HO-Kelurahan Setu]

Suara.com - Seorang suami menolak kedatangan petugas kesehatan saat hendak menjemput istri serta anaknya yang positif terinfeksi virus corona covid-19 di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2020).

Lurah Setu, Jenuri, mengatakan, si suami mengkhawatirkan anak dan istrinya tidak betah kalau dikarantina di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Awalnya dia (suami) tidak mau karena bayangan dia kalau sampai di karantina di Rumah Sakit Wisma Atlet dia khawatir istrinya tidak betah," kata Lurah Setu, Jenuri.

Suami tersebut berinisial IM menolak kehadiran petugas kelurahan beserta tim kesehatan Puskesmas Cipayung di rumah mereka di RT 07 RW 03 Setu, Cipayung.

Kehadiran petugas Puskesmas didampingi aparatur kelurahan ke lokasi itu untuk memindahkan istri IM berinisial SW dan seorang putrinya berinisial SC ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Kami menindaklanjuti kekhawatiran dari warga sekitar kalau penyakit ini menular," katanya.

Namun petugas kelurahan memberikan pengertian kepada IM bahwa istri dan anaknya lebih baik berada di Wisma Atlet agar bisa segera disembuhkan.

"Kalau IM sudah dua kali swab test hasilnya negatif, tapi SW sudah empat kali swab test tetap positif, sementara anaknya dua kali swab positif," katanya.

Setelah terlibat perdebatan sekitar satu jam, SW dan SC berhasil dievakuasi petugas menggunakan mobil ambulans menuju RS Wisma Atlet sekitar pukul 14.30 WIB.

"Akhirnya kita datang kasih pemahaman dan orangnya setuju," kata Jenuri.

Artikel Asli