Suami Mengenalkan Wanita Simpanannya di Hari Jadi Pernikahan Kami

kumparan Dipublikasikan 06.59, 14/08 • Cinta dan Rahasia
Dok. Pixaay.com

Disclaimer: Cerita ini hanyalah fiksi

Suamiku Alan bisa dikatakan sebagai pria idaman. Ia tampan, easy going, ramah, dan terlebih ia kaya. Banyak dari temanku yang merasa iri karena aku bisa memenangkan hatinya. Namun banyak hal yang mereka tidak ketahui tentang hubungan kami sampai akhirnya semua mimpi buruk itu tiba.

Di hari jadi pernikahan kami yang kelima, Alan mengundangku makan malam di sebuah restoran mewah. Kupikir ia sudah benar-benar mencintaiku dan berniat memberiku kejutan di hari besar kami. Ternyata kejutan yang ia berikan adalah sebuah perceraian.

Alan dengan mesra memeluk pinggul seorang wanita cantik nan seksi. Ia mengenakan gaun merah dengan bagian bahu yang terbuka. Ketika mereka sudah mendekat ke mejaku, Alan terlihat mengencangkan pelukannya. "Aku sudah jatuh cinta dengan wanita lain" ucapnya "tidak ada paksaan ya sayang, kamu memang harus memperjuangkan apa yang membuatmu bahagia" balas wanita itu.

Hari itu aku merasa malu sekali. Aku langsung kembali ke rumah dan menemukan perjanjian cerai. Aku sangat yakin kalau Alan menyuruh asistennya untuk menaruh surat itu di kamar. Pernikahan kami pun juga dilakukan dengan proses yang sama, semua dirancang dengan berbagai ketentuan dengan hadiah dan konsekuensi.

Aku menandatangani surat perjanjian cerai itu dan melihat kalau aku mendapatkan banyak keuntungan. Aku menjadi pemilik dari penthouse di sebuah apartemen di pusat kota, mendapat uang ratusan juta dolar di rekeningku, dan satu buah mobil mewah. Buatku menandatangi surat perjanjian cerai itu adalah anugerah dan aku merayakannya dengan caraku sendiri.

Malam itu adalah malam terbaik di hidupku. Sementara itu, Barbara tidak mengetahui apa yang akan ia alami. Alan menganggap istri adalah seorang pengasuh dan juga pesuruh untuknya. Terlebih hanya tampilan luar saja yang membuatnya seperti pria sempurna, namun kenyataannya dia adalah pria jorok dan berantakan.

Alan tidak pernah merasa bahagia meski beragam cara sudah dilakukan karena dia merasa tidak ada yang bisa memasak makanan seperti ibunya. Dia juga memiliki kebiasaan aneh seperti memuji dirinya sendiri di depan kaca dan menganggap kalau ia sudah memiliki bentuk tubuh ideal.

Tidak hanya itu, buat Alan istrinya juga harus melayani semua kolega dan teman-temannya seperti seorang pelayan pribadi. Aku sangat bersyukur Alan mengajukan perjanjian cerai dan itu membuatku terbebas dari semua hal aneh dari kebiasaannya. Dua tahun kemudian, aku bertemu dengannya dan Barbara di sebuah pesta salah satu temanku.

"Helen, astaga aku hampir tidak mengenalimu. Bagaimana kalau kita bertemu besok dan meminum kopi bersama?" Tanya Alan, aku hanya menghampirinya dan tersenyum. Semua basa-basi itu membawaku pada meja tempat mereka menyantap hidangan mewah. Saat Alan sedang tebar pesona dengan berbagai wanita, Barbara mendekati kursinya ke arahku "menangkan hati Alan kembali, aku tidak ingin tinggal bersama monster itu" ucap Barbara.

Aku hanya menaikkan satu sudut bibirku dan meneguk segelas champaine tanpa menjawab permintaannya. Barbara tetap memaksaku untuk merebut hati Alan kembali "aku akan membayar kamu untuk kembali ke pelukan Alan" pintanya. Aku hanya tersenyum dan bangkit dari kursiku "aku tidak akan mengambil kembali apa pun yang sudah kuberikan" jawabku kemudian membisikkan sesuatu di telinganya dan pergi.

Barbara harus menikah dengan Alan dan menandatangani surat perjanjian pernikahan mereka tanpa membacanya. Dan dia melakukan kesalahan yang sama denganku, jika Barbara menceraikan Alan maka ia harus membayar uang kompensasi dengan jumlah yang sangat besar. Aku tidak berusaha memenangkan hati Alan kembali tetapi memberikannya sebuah saran dan aku yakin dia mengikuti saranku.

Di pesta yang sama aku melihat Barbara mendekati salah seorang wanita dan mengenalkannya pada Alan. Aku hanya tersenyum dan meninggalkan pesta itu bersama seorang pria yang baru saja kutemui.

Artikel Asli