Suami Istri Meninggal karena Covid-19, Tinggalkan Anak yang juga Terpapar Corona

Kompas.com Dipublikasikan 12.17, 13/07/2020 • Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni

PONOROGO,KOMPAS.com - Suami istri asal Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo meninggal karena terjangkit Covid-19.

Sang istri dilaporkan meninggal pada Minggu (12/7/2020) malam setelah tertular dari suaminya yang telah berpulang lebih dulu pada Kamis (2/7/2020).

“Tadi malam ibu ini meninggal dan langsung dimakamkan dengan protokol Covid-19. Ibu ini merupakan istri dari pasien no 46 yang meninggal lebih dahulu karena terpapar corona,” ujar Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Baca juga: 60 Pegawai RRI Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Aktivitas Siaran Dihentikan Sementara

Suami diketahui memiliki riwayat bekerja di Surabaya dan memilih pulang ke Ponorogo lantaran sakit demam selama empat hari, Jumat (26/6/2020).

Setibanya di Ponorogo, sang suami sempat berobat ke dokter praktik dan Puskesmas Mlarak.

Lantaran di Puskesmas Mlarak alat rapid test habis, suami dirujuk ke rumah sakit.

Setelah diperiksa di rumah sakit, ditemukan pneumonia dan langsung dirawat dengan status pasien dalam pengawasan Covid-19.

“Tiga hari dirawat di rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia dengan hasil swab positif Covid-19,” kata Ipong.

Baca juga: Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Stasiun TVRI Jawa Timur Ditutup

Setelah dilakukan tracing, didapatkan hasil istri dan anak perempuannya positif Covid-19.

Sebelumnya istrinya tidak memiliki keluhan, tetapi memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus, dan hipertensi.

 

Menurut Ipong, kondisi itu dapat menjadi komorbid atau memperberat kondisi Covid-19 yang menginfeksi perempuan tersebut.

Laporan dari rumah sakit, Minggu pagi ibu dua anak itu masih sadar.

Namun, sore hari dilaporkan kondisinya memburuk, di mana kadar oksigen dalam darah terus menurun dan akhirnya meninggal.

Untuk anak perempuannya saat ini masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi membaik.

Sementara anak laki-laki pasangan suami istri ini masih menunggu hasil PCR yang belum keluar dari BBLK.

Hingga Senin (13/7/2020) sore jumlah kasus positif Covid-19 di Ponogoro berjumlah 81 kasus.

Rinciannya, meninggal empat orang, sembuh 33 orang, isolasi mandiri dua orang, isolasi shelter sembilan orang, dan isolasi di rumah sakit 33 orang.

Penulis: Kontributor Solo, Muhlis Al AlawiEditor: David Oliver Purba

Artikel Asli