Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Kompas.com Dipublikasikan 10.05, 07/08/2020 • Shierine Wangsa Wibawa
Shutterstock
Ilustrasi pasien virus corona, virus corona

KOMPAS.com - Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine menemukan bahwa pasien yang terkonfirmasi Covid-19 tetapi tidak bergejala atau asimtomatik (dulunya disebut OTG) sama menularnya dengan pasien yang bergejala.

Tim peneliti pun merekomendasikan agar kasus-kasus asimtomatik diisolasi untuk mencegahan penyebaran virus.

Kesimpulan ini didapatkan setelah tim peneliti yang dipimpin Seungjae Lee dari Soonchunhyang University College of Medicine menganalisis sampel swab dari 303 orang yang diisolasi di Cheonan antara.

Mereka berusia 22-36 tahun dengan dua per tiga di antaranya adalah perempuan.

Baca juga: Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Dari 303 orang tersebut, 193 sudah bergejala (simtomatik) sementara 110 tidak bergejala (asimtomatik) ketika diambil sampel swabnya pada tanggal 6-26 Maret 2020.

Lalu dari 110 orang yang awalnya asimtomatik, 21 orang kemudian menjadi bergejala sedangkan 89 orang tetap tidak bergejala sama sekali hingga akhir.

Selama diisolasi, para partisipan diambil sampelnya swabnya setiap delapan hari sekali.

Ketika membandingkan sampel para pasien selama durasi tersebut, para ahli mendapati bahwa pasien yang benar-benar tidak bergejala, positif Covid-19 hingga 17 hari atau 2,5 hari lebih cepat dibandingkan pasien yang bergejala.

Baca juga: Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Namun, jumlah virus yang mereka bawa di hidung, tenggorokan dan paru-paru sama banyaknya dengan pasien yang bergejala.

Selain itu, jumlah virus pada pasien yang tidak bergejala ditemukan menurun lebih lama daripada pasien yang bergejala.

Mereka juga ditemukan tetap melepaskan virus (viral shedding) atau masih menular hingga 30 hari sejak pertama kali terkonfirmasi positif Covid-19.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pasien Covid-19 yang asimtomatik atau tidak bergejala tetap bisa menularkan Covid-19, meskipun masih belum jelas apakah virus yang mereka lepaskan sama infeksiusnya dengan virus yang dilepaskan oleh pasien bergejala.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Bukti Bagian dari Sistem Kekebalan dapat Memperparah Covid-19

Para peneliti menulis, hanya sedikit yang diketahui mengenai infektifitas pasien asimtomatik. Temuan kami namun demikian menawarkan kemungkinan biologis yang masuk akal akan penyebaran oleh orang-orang asimtomatik.

"Dikarenakan penyebaran oleh pasien asimtomatik bisa menjadi faktor kunci dalam penyebaran di komunitas, pengawasan berbasis populasi dan isolasi pasien asimtomatik mungkin dibutuhkan," imbuh mereka.

Penulis: Shierine Wangsa WibawaEditor: Shierine Wangsa Wibawa

Artikel Asli