Studi: Rokok Elektronik Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19 hingga 7 Kali

Kompas.com Dipublikasikan 06.02, 14/08 • Sri Anindiati Nursastri
Thinkstockphotos
Ilustrasi vape.

KOMPAS.com – Masyarakat pengguna rokok elektronik memiliki risiko infeksi virus corona lima hingga tujuh kali lebih tinggi. Hal tersebut berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di beberapa instansi dan universitas di Amerika Serikat.

“Remaja dan dewasa muda yang menggunakan rokok elektronik memiliki risiko besar terinfeksi Covid-19, karena Anda merusak paru-paru diri Anda sendiri,” tutur penulis studi Bonnie Helpern-Felsher, profesor pediatric di Stanford University School of Medicine.

Dalam melakukan studi ini, para peneliti menganalisis survei terhadap 4.351 responden dengan usia antara 13-24 tahun yang tersebar di berbagai negara bagian AS.

Baca juga: Diklaim Bebas Nikotin, Rokok Elektronik Tetap Bisa Sebabkan Kanker

Peneliti menanyakan kepada responden apakah mereka merokok elektronik atau konvensional, dan kapan terakhir hal itu dilakukan dalam 30 hari belakangan.

Dikutip dari The Independent, Jumat (14/8/2020), para responden juga ditanyai apakah mereka merasa ada gejala Covid-19, atau telah terinfeksi Covid-19.

Di antara responden yang telah dites Covid-19, mereka yang menggunakan rokok elektronik lima kali lipat lebih banyak terinfeksi dibanding mereka yang tidak merokok elektronik.

Angka tersebut bertambah menjadi 6,8 kali terhadap mereka yang merokok konvensional dan elektronik secara bersamaan.

Baca juga: Hari Tanpa Tembakau Sedunia, WHO Ingatkan Rokok Memperparah Risiko Infeksi Covid-19

“Remaja dan dewasa muda biasanya berpikir bahwa usia mereka bisa melidungi dari virus, atau mereka tidak akan merasakan gejala Covid-19. Namun studi membuktikan tidak seperti itu,” lanjut peneliti lainnya, Shivani Mathur Gaiha.

Studi tersebut, lanjut Gaiha, juga membuktikan bahwa mereka yang merokok elektronik memiliki risiko infeksi yang jauh lebih besar dari perkiraan.

Para remaja yang menggunakan vape dan rokok konvensional sekaligus dalam 30 hari mengalami gejala Covid-19 yang jelas. Mulai dari batuk, demam, kelelahan, dan kesulitan bernapas.

Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa seseorang yang merokok, baik elektronik maupun konvensional, memiliki risiko tingkat keparahan yang lebih tinggi ketika terinfeksi Covid-19.

Penulis: Sri Anindiati NursastriEditor: Sri Anindiati Nursastri

Artikel Asli