Street Manners: Jangan Bertaruh Nyawa Salip Kendaraan di Tikungan, Ini Hukumannya

Gridoto Dipublikasikan 13.57, 12/11/2019 • Harun Rasyid
Ilustrasi tikungan dengan marka garis menyambung atau utuh.

GridOto.com - Berkendara di jalan baik dengan motor maupun mobil tidak bisa sembarangan sob.
Selain harus mematuhi rambu lalu lintas dan menggunakan perangkat keselamatan seperti penggunaan sabuk pengaman atau helm bagi yang naik motor.
Pengendara juga harus menaati marka jalan yang terdiri dari berbagai bentuk, yang paling sering ditemukan ialah marka jalan garis putus-putus dan menyambung.
Khusus marka jalan dengan garis menyambung atau utuh ini biasanya ada di jalanan berkelok.

Pada marka tersebut, pengendara dilarang menyalip atau mendahului kendaraan lain di depannya apalagi saat di tikungan.
Namun bentuk pelanggaran menyalip di tikungan pada marka garis utuh masih sering dijumpai, padahal hal ini bisa berdampak kecelakaan fatal yang menyangkut keselamatan nyawa pengendara.
Pelanggaran terhadap marka jalan diatur dalam Pasal 287 dalam Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009, pasal itu berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas, atau marka jalan dapat dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan, atau denda paling banyak Rp 500.000".

Perilaku berkendara yang baik di jalan memang tidak bisa berpatokan dari aturan hukum atau denda yang dikeluarkan ketika melanggar peraturan tersebut.
Tapi lebih ke akibat yang akan terjadi bila mengacuhkan tersebut.
Seperti diketahui, menyalip di tikungan dilarang karena jalan dengan marka garis utuh tersebut memiliki blind spot yang tidak dapat dilihat pengendara saat mendahului kendaraan.
Bisa saja saat menyalip apalagi di tikungan tajam, kendaraan lain datang dari arah berlawanan sementara posisi kendaraan tidak bisa menghindar lagi.

Maka dari itu, berkendaralah secara safety dengan mematuhi segala aturan dan standar keamanannya.

 

Artikel Asli