Spesifikasi R80, Pesawat yang Diwariskan B.J Habibie dan Dibatalkan oleh Jokowi

SINDOnews Dipublikasikan 11.07, 31/05 • Fikri Kurniawan
Spesifikasi R80, Pesawat yang Diwariskan B.J Habibie dan Dibatalkan oleh Jokowi
Saat meninggal di usia 83 tahun, Habibie memang mewariskan rancangan pesawat jenis turbo prop R80. Persiapan pembuatan pesawat ini sudah dimulai sejak 2013. FOTO/ ist

Pada Jumat lalu (29/5/2020), pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pembatalan proyek warisan mendiang B.J Habibie, yakni pesawat R80 yang semulanya masuk ke dalam Proyek Strategi Nasional (PSN) tahun 2017.

Proyek tersebut, jelas Menperin, akan digantikan dengan drone. "Tiga proyek pengembangan drone itu sebagai pengganti proyek yang dikeluarkan, antara lain R80 dan N245," tutur Airlangga, saat konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

R80 diproyeksikan digarap oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), milik mantan Presiden B.J Habibie dan putranya, Ilham Akbar Habibie, bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Pesawat ini rencananya bakal dibuat untuk kapasitas 80 penumpang. Saat meninggal di usia 83 tahun, Habibie memang mewariskan rancangan pesawat jenis turbo prop R80. Persiapan pembuatan pesawat ini sudah dimulai sejak 2013.

Dari desain awalnya, tenaga penggerak yang akan dibekali kepada R80 adalah Turboprops ganda 4.600 shaft horsepower. Pesawat ini mampu melaju dalam kecepatan ekonomis hingga 290 knots. Sementara pada kecepatan maksimum hingga 330 knots.

Maksimum ketinggian jelajahnya hingga 25.000 feet dan ketinggian OEI 17.500 feet. R80 dapat melakukan lepas landas dan pendaratan di landasan sepanjang 4.500 feet. Berat maksimum saat lepas landas sebesar 27.000 kilogram dan berat operasional tanpa beban 16.200 kilogram.

Artikel Asli