SpaceX Diluncurkan, Era Baru Pesawat Ulang-alik Dimulai

Kompas.com Dipublikasikan 03.15, 31/05 • Sri Anindiati Nursastri
PAUL MARTINEZ/GETTY IMAGES
Roket perdana SpaceX bernama Crew Dragon berisi dua astronot AS diluncurkan dari Florida, lokasi yang sama dengan peluncuran misi Apollo.

KOMPAS.com – Amerika Serikat telah mencatat era baru perjalanan luar angkasa bagi manusia pada Sabtu (30/5) pukul 15.22 waktu setempat.

Roket perdana SpaceX bernama Crew Dragon berisi dua astronot AS diluncurkan dari Florida, lokasi yang sama dengan peluncuran misi Apollo. Ini adalah pemandangan langka bagi setiap orang, karena roket ini adalah awal dari misi impian sang miliuner Elon Musk untuk mengirim populasi manusia ke Mars.

Mengutip Washington Post, peluncuran roket tersebut disaksikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence dari balkon pribadi mereka.

Baca juga: Sabtu ini, NASA Siapkan Peluncuran 2 Astronot ke ISS dengan Roket SpaceX

Keduanya ikut melakukan hitung mundur sampai akhirnya roket bermesin Falcon 9 tersebut menyala dan bergemuruh.

Bisa dibilang Crew Dragon meluncur dengan mulus. Roket tersebut seharusnya meluncur tiga hari lalu, namun sempat tertunda akibat cuaca yang buruk.

Era pesawat ulang-alik milik perusahaan swasta

Meluncurnya Crew Dragon adalah kemenangan sekaligus nostalgia bagi negara adidaya tersebut, mengingatkan kembali akan kejayaan AS terhadap sains dan inovasi teknologi.

Di sisi lain, negara tersebut kini tengah dirundung pandemi Covid-19 yang cukup parah, ketidakpastian ekonomi, kontroversi politik, dan masalah rasisme yang baru-baru ini mencuat.

“Ini adalah kali pertama SpaceX meluncurkan astronot. Serta untuk kali pertama, pemerintah memberi kepercayaan terhadap perusahaan swasta untuk meluncurkan astronot ke orbit,” tutur konsultan luar angkasa Laura Forczyk seperti dikutip dari New Scientist, Minggu (31/5/2020).

Dua astronot yang turut serta dalam pesawat tersebut adalah Robert L Behnken dan Douglas O Hurley. Masing-masing dari mereka juga menikah dengan astronot. Robert L Benhken menikah dengan Megan McArthur, sementara Douglas O Hurley menikah dengan Karen Nyberg.

Hanya butuh waktu 19 jam untuk para astronot tiba di International Space Station (ISS). Sebelum tiba, mereka harus mengetes sistem penerbangan manual dari Crew Dragon.

Kedua astronot akan tinggal di ISS selama satu hingga empat bulan, bergabung dengan para astronot lainnya.

Biaya operasional yang lebih murah

Forczyk mengatakan penerbangan Crew Dragon memiliki biaya operasional yang lebih murah dibanding pesawat ulang-alik lain sebelumnya.

“Ini benar-benar membuka pintu bagi semua orang untuk ke luar angkasa,” tambahnya.

Forczyk menyebutkan, di masa mendatang kemungkinan SpaceX akan membuka diri untuk astronot swasta.

Baca juga: Resmi Sudah, Uji Penerbangan Kapsul Astronot Milik SpaceX Sukses

“Baik untuk pariwisata komersil luar angkasa, Tom Cruise yang syuting ke luar angkasa, atau ketika negara tidak mampu menerbangkan astronot mereka lagi,” paparnya.

Ini adalah kali pertama astronot NASA kembali meluncur ke ruang angkasa, usai break dari peluncuran roket pada 2011. Semenjak itu, NASA membiayai program luar angkasa Rusia untuk mengangkut astronot mereka ke International Space Station (ISS).

Dengan berhasilnya peluncuran SpaceX, NASA telah membuka lebar pintu mereka bagi perusahaan swasta yang ingin melakukan misi luar angkasa. Setelah NASA, badan antariksa di beberapa negara lainnya juga sangat mungkin untuk membuka pintu mereka tehadap misi dari perusahaan swasta.

Penulis: Sri Anindiati NursastriEditor: Sri Anindiati Nursastri

Artikel Asli