Sosok Horor Jose Mourinho Hilang Saat Latih Spurs

Liputan6.com Diupdate 17.00, 09/12/2019 • Dipublikasikan 17.00, 09/12/2019 • Liputanenam
Wajah Kecewa Jose Mourinho di Old Trafford
Ekspresi Pelatih Tottenham Hostpur, Jose Mourinho saat berjalan usai pertandingan melawan Manchester United pada lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Rabu (4/12/2019). Mourinho gagal mengalahkan Manchester United mantan klub yang pernah dilatihnya. (AFP Photo/Oli Scarff)

Liputan6.com, London - Jose Mourinho resmi menjadi bagian dari Tottenham pada akhir bulan November. Ia ditunjuk untuk menggantikan Mourinho yang dianggap sebagai biang dari serangkaian hasil buruk Tottenham musim ini.

Dalam sekejap, ia mentransformasi Tottenham menjadi salah satu tim berbahaya di Premier League lagi. Sampai sekarang, klub berjuluk the Lilywhites itu baru menelan satu kekalahan dari lima laga yang dilakoni di semua ajang.

Namun publik tidak terkejut pada itu saja. Mereka pun kaget melihat sikap yang ditunjukkan oleh eks pelatih Manchester United itu.

Tidak seperti dulu, yang di mana ia sering terlihat marah dan murung, Jose Mourinho kini terlihat baik.

Kejutan dari Jose Mourinho tidak sampai di situ saja. Sebelum ini, ia diketahui sebagai sosok yang disiplin. Namun selama di Tottenham, para pemainnya justru merasakan kebebasan yang berbeda ketimbang dulu.

 

Komentar Dier

Pelatih Tottenham, Jose Mourinho, memberikan instruksi kepada Christian Eriksen saat melawan West Ham pada laga Premier League di Stadion London, London, Sabtu (23/11). West Ham kalah 2-3 dari Tottenham. (AFP/Adrian Dennis)

Hal itu diungkapkan pemain Tottenham, Eric Dier. "Tentu saja anda harus memulai dari awal dengan seseorang. Rasanya sangat berbeda. Tidak ada masa lalu dan ada kebebasan di dalamnya," ujarnya kepada Express.

"Saya sangat menikmatinya, menikmati pertandingan dan merasa di setap pertandingan bahwa merasa kian membaik," lanjutnya.

Salah satu yang disukai Dier dari seorang Mourinho adalah kemampuannya berkomunikasi. Katanya, pria berumur 56 tahun itu sering berbicara kepadanya dalam dua bahasa; Inggris dan Portugis.

"Kami sering berbincang - baik dengan Inggris maupun Portugis! Mentalitasnya berlaku untuk saya dan itu rasanya sangat spesial," tambahnya.

"Tumbuh di Portugal, dan berjalan dari apa yang ia lakukan pada saat itu ke sekarang bermain untuknya, adalah suatu hal yang spesial."

"Saya masih kecil pada saat itu, namun dia punya hal yang sangat besar, jadi rasanya spesial bisa bekerja untuknya."

Sumber: Express

Disadur dari: Bola.net (penulis Yaumil Azis, published 9/12/2019)

Artikel Asli