Sosis hingga Bubur Ayam, 6 Menu Sarapan yang Kurang Baik untuk Tubuh

kumparan Dipublikasikan 00.44, 19/11/2019 • Toshiko Potoboda
Ilustrasi Sarapan. Foto: Dok. Pixabay

Sudah ada banyak ahli dan studi yang menjelaskan bahwa sarapan itu penting untuk memulai hari. Sarapan juga dianjurkan untuk padat nutrisi sehingga memberi kita bahan bakar yang cukup untuk energi selama satu hari penuh.

Bahkan, sarapan dinilai sangat baik untuk menjaga berat badan. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal Obesity mengungkap bahwa jam makan bisa memengaruhi berat badan. Lebih tepatnya, makan lebih awal bisa menekan rasa ingin makan, sehingga membantu menurunkan berat badan.

Sayangnya, ada beberapa sarapan yang kita nilai baik, namun ternyata tidak demikian. Berikut adalah di antaranya:

1. Makanan olahan

Ilustrasi hotdog. Foto: Dok. Pixabay

Bacon, ham, dan sosis bisa sangat cepat disajikan plus lezat pula. Namun, sebaiknya kamu agak membatasi konsumsi makanan olahan, terutama waktu sarapan.

Makanan olahan agak sulit diproses tubuh. Mereka juga sarat dengan garam, gula, lemak trans, lemak jenuh, dan banyak kalori. Mengonsumsinya terus menerus akan menyebabkan adiksi, kenaikan berat badan, obesitas, hingga diabetes.

2. Pancake dan wafel

Ilustrasi cheese pancake Foto: Shutterstock

Siapa yang hobi sarapan pancake dan waffle? Keduanya sama-sama enak, namun terbuat dari bahan yang sama; tepung, telur, gula, dan susu.

Telur dan susu memang baik untuk sarapan; namun tepung dan gula bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Selain itu, kedua sajian ini sering diberi sirup dengan kandungan fruktosa tinggi, yang dapat menyebabkan diabetes.

Kalau kamu sarapan keduanya, lebih baik untuk mengganti sirup dengan madu dan perbanyak buah-buahan.

3. Muffin

Muffin menjadi salah satu olahan minyak kelapa Foto: thinkstock

Muffin hangat plus secangkir kopi, nikmatnya! Walaupun glutten free, muffin dibuat dari tepung, minyak sayur, gula, dan telur. Satu-satunya yang menyehatkan adalah telurnya. Muffin untuk sarapan sama buruknya dengan kue atau donat.

4. Jus buah dalam kemasan

Ilustrasi aneka jus Foto: dok.shutterstock

Mau yang katanya alami sekali pun, jus dalam kemasan mengandung buah, perasa, dan banyak kalori. Sebagian jus dalam kemasan bahkan kehilangan nutrisinya.

Hal ini membuat mereka sama tidak sehatnya dengan kebanyakan soda. Buatlah jus kamu sendiri, jus kemasan bisa dikatakan resep andal untuk menambah berat badan.

5. Sereal

sereal Foto: Shutterstock

Pilihan sehat untuk sarapan anak, nih! Sebelum membelinya, perhatikan kandungan gizi dari sereal yang kamu beli.

Kebanyakan sereal mengandung sedikit nutrisi, tidak mengandung serat, dan mengandung tambahan gula. Jangan sampai kamu memilih sereal yang salah!

6. Bubur ayam

Ilustrasi bubur ayam Foto: dok.shutterstock/aris setya

Sarapan bubur itu selalu menggoda. Namun, sebaiknya kamu agak menguranginya --terutama bagi penderita diabetes.

Menurut ahli gizi Prof.Dr.Ir. Ali Khomsan, MS, bubur ayam bisa meningkatkan gula darah karena terbuat dari nasi. Sarapan dengan bubur ayam tentu perlu diwaspadai bagi para penderita diabetes.

"Bagi penderita sakit gula sebaiknya mengurangi nasi, termasuk bubur ayam untuk sarapan. Lebih dianjurkan mengkonsumsi umbi-umbian," ujarnya kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Artikel Asli