Solskjaer Balas Mourinho: Musim Lalu Kami Juga Kalah dari West Ham

kumparan Dipublikasikan 06.42, 23/09/2019 • Rossi Finza Noor
Ole Gunnar Solskjaer memberi salam pada pendukung Manchester United. Foto: Reuters/Andrew Yates

Dua orang ini berbalas komentar; yang satu pedas, yang lain tidak kalah menyentil. Mereka, Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer, terikat oleh satu hantu buruk rupa bernama 'Pencapaian Jeblok Manchester United'.

Ya, Mourinho adalah orang yang digantikan Solskjaer pada pertengahan musim 2018/19. Mourinho didepak manajemen klub karena 'Iblis Merah' tampil loyo sampai pertengahan musim kemarin. Masuknya, Solskjaer sempat membawa angin segar. Namun, begitu memasuki akhir musim, United kembali jeblok.

Pun demikian dengan musim ini. Dari enam pertandingan di Premier League, United baru meraih dua kemenangan. Sisanya, The Red Devils bermain imbang dua kali dan kalah dua kali. Teranyar, Minggu (22/9/2019) malam WIB, Marcus Rashford dan kolega takluk di tangan West Ham United dengan skor 0-2.

Melihat pencapaian mantan tim yang pernah ia besut, Mourinho berkomentar pedas: "Tidak ada perbaikan di (tubuh) Manchester United". Tentu saja, itu fakta. Dan fakta acap kali menyakitkan.

Solskjaer, sebagai orang yang berwenang atas tim saat ini, akhirnya membalas. Masalahnya, ketika menghadapi West Ham di London Stadium musim lalu, tepatnya pada 29 September 2018, United juga kalah 1-3. Waktu itu, Mourinho masih menjabat sebagai pelatih.

"Tentu saja, dia berhak berkomentar. Dan tentu saja, kami juga kalah di sini tahun lalu. Jadi, memang sulit untuk meraih kemenangan di stadion ini dan semestinya kami memang meraih hasil yang lebih baik dari ini," ujar Solskjaer seperti dilansir Manchester Evening News.

"Kami berharap mendapatkan hasil yanh lebih baik. Namun, mereka memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki. Kami tidak. Mereka membuat dua penyelesaian akhir yang fantastis, sedangkan kami tidak memanfaatkan kans yang kamiliki," kata Solskjaer.

So, apa masalah United di kandang West Ham tadi malam? Well, terlepas dari buruknya penyelesaian akhir, ada beberapa hal yang patut dijadikan evaluasi oleh Solskjaer.

United melepaskan 485 operan, jauh lebih banyak daripada West Ham yang "cuma" melepaskan 424 operan. Namun, statistik jumlah operan tidak selalu berbanding lurus dengan progresi serangan sebuah tim.

Dalam hal ini, United tampak cuma bisa memutar-mutar bola di lini tengah tanpa bisa menerobos pertahanan West Ham. Ini yang membuat permainan mereka terlihat menjemukan. Ketidakmampuan pemain-pemain mereka membuka ruang di sepertiga akhir lapangan juga menjadi masalah tersendiri.

Kalau sudah begini, tentu saja Solskjaer layak dan patut untuk mengasah ulang para pemainnya di sesi latihan.

Artikel Asli