Soal Video Wawancara Anji, Hadi Pranoto Akan Laporkan Balik Muannas Alaidid

Tempo.co Dipublikasikan 08.19, 04/08 • Endri Kurniawati
Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitiannya,  ramuan dari bahan-bahan herbal alami Indonesia tersebut dipercaya mampu meningkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan direncanakan akan diproduksi massal gratis. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitiannya, ramuan dari bahan-bahan herbal alami Indonesia tersebut dipercaya mampu meningkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan direncanakan akan diproduksi massal gratis. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Hadi Pranoto, yang mengklaim telah menemukan cairan herbal antbodi Covid-19, berencana melaporkan balik Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, ke polisi. “Kami pasti akan laporkan ke pihak berwajib karena kita punya hak konstitusi yang sama di negara ini,” ujar dia saat Tempo hubungi pada Selasa, 4 Agustus 2020.

Bahkan, kabarnya Hadi hendak menuntut ganti rugi kepada Muannas sebesar US$ 10 juta. “Ya, nanti kita lihat seperti apa ke depannya.”

Hadi belum memastikan apakah akan membidik Muannas dengan pasal pencemaran nama baik atau tidak dalam laporannya. Namun, ia yakin tidak menyebarkan berita bohong alias hoax seperti yang dituduhkan Muannas.

Semua yang disampaikannya tentang cairan herbal antibodi Covid-19 melalui video wawancara dengan musikus Anji, kata Hadi, sesuai fakta. “Ini ada herbalnya, ada orang yang sembuh. Hoaxnya di mana, saya enggak tau,” kata dia.

Sebelumnya, Muannas melaporkan Anji ke Polda Metro Jaya pada Senin sore, 3 Agustus 2020. Ia menuduh Anji menyebarkan berita bohong lewat konten wawancara di akun YouTube-nya saat mewawancarai Hadi. "Kami datang untuk melapor ke kepolisian di SPKT Polda Metro Jaya berkaitan dengan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong oleh akun channel YouTube milik Anji," kata Muannas Alaidid di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Dalam laporannya kepada polisi, Muannas Alaidid membidik Hadi Pranoto melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik karena menyebarkan berita bohong.

Konten Anji yang disebut menyebarkan berita bohong, karena pernyataan Hadi ditentang banyak pihak. Salah satunya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyatakan cairan herbal antibodi Covid-19 temuan Hadi belum diuji secara klinis.

Muannas juga mempersoalkan tentang metode pengujian virus Covid-19 temuan Hadi yang mengklaim lebih baik dari pada tes swab. "Dikatakan di situ dia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif dengan yang dia namakan digital teknologi, itu biayanya cukup Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu."

ADAM PRIREZA | M JULNIS FIRMANSYAH

Artikel Asli