Soal Video Viralnya, Ustaz Abdul Somad: Umat Islam Jangan Terprovokasi

Kompas.com Dipublikasikan 02.37, 21/08/2019 • Kontributor Medan, Mei Leandha
Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Wakil Gubernur Musa Rajekshah menghadiri tabligh akbar yang dihadiri Ustaz Abdul Somad di Masjid Agung Medan, Selasa (20/8/2019)(Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut)

MEDAN, KOMPAS.com - Ribuan orang memadati Masjid Agung Medan untuk mendengarkan tausiah dari Ustaz Abdul Somad, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakilnya Musa Rajekshah pun hadir.

Dalam ceramahnya, UAS, begitu dia biasa dipanggil, mengatakan kekuatan sedekah akan banyak membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi umat manusia.

Sedekah tidak membuat miskin atau kekurangan, bahkan akan menerima lebih besar dari yang diberikan.

“Kalau ada uang kita Rp 1 juta, disumbangkan Rp 100 ribu, yang dibawa mati itu yang Rp 100 ribu. Sisanya tinggal di dunia. Makanya jangan takut tak dapat rezeki,” katanya, Selasa (20/8/2019).

Usai berceramah, UAS ditanyai wartawan soal video ceramahnya yang saat ini viral karena dituding menista agama dan sudah dilaporkan ke Mabes Polri.

Kata Somad, dirinya sudah melakukan klarifikasi. Ceramah yang dia sampaikan tiga tahun lalu itu untuk menjawab pertanyaan jemaah. Kembali ditegaskannya kalau pengajian saat video itu diambil adalah pengajian tertutup. 

"Saya berceramah di dalam masjid, di tengah orang Islam. Ada yang bertanya tentang patung, saya jawab sesuai hadits nabi, dilaporkan…" katanya.

Somad mengaku permasalahan yang dihadapinya saat ini tidak akan menghentikan tausiahnya.

Salat dan zikir yang menguatkan dan menenangkannya, juga semangat dari orang-orang saleh dan peduli kepadanya.

Untuk itu, dia berpesan agar umat Islam tidak terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu dan menambah kisruh suasana.

"Umat Islam jangan terprovokasi, pakar hukum akan melihat apakah Abdul Somad melangggar aturan. Mari kita bersikap adil, saya tak mau melibatkan orang banyak," katanya.

Edy Rahmayadi yang ditanyai wartawan saat mengantarkan Ustaz Somad ke mobilnya mengatakan, sedekah sangat penting.

Menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tidak bisa dilepaskan. Kalau seseorang meninggal dunia, amalnya putus kecuali doa anak saleh, ilmu yang bermanfaat, dan sedekah.

Disinggung alasan dirinya tidak memberikan kata sambutan pada tablig akbar tersebut, Edy mengaku sengaja menolaknya. 

“Orang-orang sudah menunggu lama Ustaz Abdul Somad,” katanya singkat.

Ketua Panitia Penyelenggara Ramli Tarigan mengatakan, tablig akbar yang sudah lama direncanakan diselenggarakan oleh Badan Kenaziran Masjid (BKM) Agung bekerjasama dengan Panitia Pembangunan Masjid Agung Medan yang Ketua Umumnya Edy Rahmayadi.

Menurutnya, acara ini kesempatan langka bagi umat Islam yang ingin berinfak untuk pembangunan dan perluasan masjid.

"Insya Allah berjalan sesuai rencana, acaranya berlangsung sukses," kata Ramli.

Penulis: Kontributor Medan, Mei Leandha

Editor: Khairina

Artikel Asli