Soal Penyebab Kecelakaan Bus Rombongan Guru TK, Ini Kata Polisi

Kompas.com Dipublikasikan 06.07, 09/12/2019 • Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
handout/dok Tribun
Rombongan bus berisi guru TK dan Paud se-Kecamatan Gresik terlibat kecelakaan di Jalur Pantura, Hutan Baluran, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (4/7/2019). Satu orang tewas.

KEDIRI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, masih terus merampungkan penyelidikan mengenai terjadinya kecelakaan bus berpenumpang rombongan guru Taman Kanak-kanak.

Pada peristiwa itu, 5 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Kepala Polres Blitar Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang menggunakan prosedur traffic accident analysis (TAA).
"Hasil TAA belum keluar," ujar Budi saat dihubungi, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Fakta Bus Rombongan Guru TK Terjun ke Sungai, Berawal dari Hindari Truk Mogok hingga 5 Penumpang Tewas
Proses olah tempat kejadian kecelakaan bus sudah digelar pada Minggu pagi, setelah malam sebelumnya bangkai bus berhasil diangkat.
Pemeriksaan lapangan itu melibatkan tim dari Polda Jawa Timur dengan TAA sebagai prosedur baku penanganan insiden kecelakaan.

TAA dilengkapi alat-alat canggih 3D untuk menghasilkan gambaran bagaimana kecelakaan itu terjadi.
Sementara itu, korban luka yang mendapatkan penanganan rumah sakit kondisinya berangsur membaik.

Bahkan, mayoritas sudah diperbolehkan pulang.
Korban yang dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Blitar, hingga Senin siang, tinggal 4 orang yang masih mendapatkan perawatan.
"Tersisa 4 pasien," ujar Direktur RSUD Ngudi Waluyo Endah Woro Utami saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, RSUD Ngudi Waluyo sempat menerima 30 korban, di mana 5 di antaranya meninggal dunia.
Sebelumnya, bus pariwisata PO Fabian Anugrah bernomor polisi AG 7555 UR yang ditumpangi 56 orang rombongan kepala sekolah dan guru TK asal Kabupaten Tulungagung, terperosok ke dalam sungai di samping jembatan Judel, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Sabtu (7/12/2019).
Bus yang dikemudikan Miftakhul Huda itu awalnya menghindari truk yang mogok.

Bus kemudian berbenturan dengan motor yang dikendarai Ridwan yang datang dari arah berlawanan. Bus lalu mengarah ke kanan hingga akhirnya terperosok masuk sungai.
Peristiwa itu menyebabkan 4 penumpang bus dan 1 pengendara motor meninggal.

Sedangkan, puluhan korban luka menjalani perawatan di RSUD Ngadi Waluyo dan RS Wava Husada Kesamben.

Penulis: Kontributor Kediri, M Agus Fauzul HakimEditor: Abba Gabrillin

Artikel Asli