Skuter Listrik GrabWheels Tewaskan 2 Remaja, Netizen Resah

CNN Indonesia Dipublikasikan 08.07, 13/11/2019

Warganet resah atas penggunaan GrabWheels. Pasalnya penggunaan skuter listrik keluaran Grab yang mirip dengan otopet ini sudah memakan korban.

Hal ini diungkap oleh Alan Darmasaputra yang menyebut adiknya menjadi korban kecelakaan saat menggunakan GrabWheels di kawasan FX Sudirman.

 

Kepada CNNIndonesia.com, Alan mengungkap adiknya Ammar tengah menggunakan GrabWheels di sekitar mal FX Sudirman, Minggu (10/11).

"Adik saya beserta temannya beriringan jalanvertikal di kawasan tersebut […] pada saat rombongan grabwheels belok ke kiri,tiba-tiba ada mobil melaju sangat kencang dan menabrak dari belakang rombongan adik saya," tuturnya saat dihubungi lewat akun Twitter miliknya, Rabu (13/11).

Perihal serupa juga diungkap kakak dari korban tabrakan ini Reni lewat akun @renimerdk.

 

Kasus tabrak lari ini menewaskan Ammar dan Wisnu. 

Menurut keterangan Alan, saat ini pelaku sudah ditahan di Polsek Pancoran.

Cuitan ini langsung mendapat respons beragam dari netizen.

Sebagian netizen menyebut kalau alat transportasi satu ini memang rentan. Serupa seperti sepeda yang rentan "diseruduk" pengguna kendaraan bermotor lainnya. 

Netizen lain menyerukan agar GrabWheels dibuat jalur tersendiri. 

Sementara akun @sidewii menyoroti perlunya aturan atas penggunaan skuter listrik ini. 

Meski demikian, ia pun mempertanyakan mengapa para remaja itu bermain hingga dini hari.

 

Netizen lain ikut mempertanyakan hal tersebut. Meski ia tetap mengungkap duka cita atas korban tabrakan tersebut.

 

Netizen lain mempertanyakan balik kenapa lebih mempermasalahkan pengguna GrabWheels hingga dini hari ketimbang mempertanyakan pengemudi yang menyetir sambil mabuk.

 

Grab Indonesiameluncurkan layananskuter listrik GrabWheels pada Mei lalu. Layanan ini menyusul pengoperasian di Singapura. Pengguna bisa menyewa skuter listrik ini menggunakan aplikasi khusus.

Polemik skuter listrik saat ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Awal November (5/11) Singapura sudah mengeluarkan larangan penggunaan skuter listrik di trotoar. Pelarangan dilakukan atas alasan keamanan. Pada awal 2020, pengguna yang menggunakan skuter listrik di trotoar akan kena denda.

Kebijakan ini keluar setelah kecerobohan pengendara skuter listrik menewaskan seorang pengendara sepeda bernama Ong Bee Eng (65). Dia terluka serius akibat dihantam seorang pengendara skuter listrik di wilayah Bedok.

Pengendara skuter listrik di Singapura hanya bisa digunakan pada jalur khusus sepeda. Singapura menjadi negara ketiga yang melarang penggunaan skuter listrik di trotoar setelah sebelumnya Jerman dan Prancis memberlakukan larangan serupa.

Artikel Asli