Siswi SMA Dicekoki Miras dan Diperkosa, Satu Pelaku Mantan Pacar Korban

Kompas.com Dipublikasikan 10.23, 18/02/2020 • Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi korban pemerkosaan

AMBON, KOMPAS.com - Aparat Polres Pulau Buru, Maluku, mengungkap kasus pemerkosaan terhadap salah satu siswi sekolah menengah atas (SMA).

Dalam kasus tersebut, korban dicekoki minuman keras hingga tidak sadar, lalu diperkosa.

Menurut polisi, salah satu pelaku pemerkosaan adalah mantan pacar korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Buru AKP A Futuwembun mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, salah satu tersangka berinisial D ternyata pernah memiliki hubungan dekat dengan korban.

“Tersangka D ini pernah berpacaran dengan korban,” kata Futuwembun kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Siswi SMA Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Dua Siswi Lain Malah Merekam

Futuwembun mengatakan, saat kejadian pemerkosaan, tersangka D dan korban tidak lagi memiliki status sebagai sejoli.

“Memang pernah pacaran ya, tapi sudah lama putus. Jadi statusnya hanya berteman saja,” kata Futuwembun.

Adapun, kedua tersangka yakni D dan A merupakan siswa di dua sekolah berbeda.

Baca juga: Siswi SMA Korban Pemerkosaan 2 Pelajar Alami Trauma

Sementara, dua tersangka lain, yakni I dan A merupakan siswi satu sekolah dengan korban.

“Jadi untuk tersangka pemerkosa ini tidak satu sekolahan dengan korban, yang satu sekolahan itu dua teman perempuan korban itu,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMA diperkosa oleh dua pelajar.

Sebelum memerkosa korban, kedua tersangka terlebih dahulu mencekoki korban dengan minuman keras hingga korban tak sadarkan diri.

Saat itu, kedua tersangka kemudian memerkosa korban.

Baca juga: Perkosa Siswi SMA, 17 Pelajar Ditetapkan sebagai Tersangka

Ironisnya, saat korban tersadar dan berteriak minta tolong, dua teman korban, I dan A yang masuk ke dalam indekos tidak menolong korban.

Mereka malah merekam adegan pemerkosaan itu dengan kamera ponsel.

Selanjutnya, mereka membagikan adegan pemerkosaan itu ke grup WhatsApp.

 

Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman PattyEditor: Abba Gabrillin

Artikel Asli