Siswi Korban Bullying yakni Disuruh Cium Kaki di Bekasi Alami Trauma

Tribunnews.com Dipublikasikan 01.59, 28/07
VIRAL video bocah perempuan disuruh cium kaki temannya untuk minta maaf, sampai 10 kali mencium

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, Bekasi - Siswi korban bullying di Bekasi berinisial DS mengalami trauma.

orangtua korban menyebutkan anaknya malu pasca video  perundungan viral di media sosial sehingga kini menutup diri.

NS saat dijumpai di Mapolsek Tambun Kabupaten Bekasi mengatakan, anaknya sejak kejadian bullying cenderung memilih mengurung diri di dalam kamar.

"Malu anak saya keluar rumah, apalagi pas viral dia banyak yang nanyain teman-teman sekolahnya guru-gurunya juga," kata NS di Mapolsek Tambun.

Kejadian perundungan terhadap putrinya terjadi pada, Jumat, (24/7), usai insiden itu DS tidak pernah cerita ke orangtua.

NS baru mengetahui kejadian itu melalui tetangganya yang melihat vidoe perundungan di media sosial.

"Dia enggak pernah cerita, kebetulan saya waktu itu lagi di Kranji, ada bapaknya di rumah dia juga enggak cerita," terangnya.

Adapun kasus perundungan yang menimpa anaknya masih ditangani pihak kepolisian Polsek Tambun.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video aksi perundungan atau bullying pelajar di Bekasi viral di media sosial, dalam video tersebut korban dipaksa mencium kaki pelaku.

Video aksi perundungan pertama kali diunggah salah satu akun facebook, tetapi ketika banyak ditanggapi netizen, sang pemilik akun menghapus unggahan tersebut.

Tidak lama kemudian, akun instagram @cetul22 mengunggah kembali video tersebut dan kembali mendapatkan bergam tanggapan netizen.

Dalam video tersebut, telihat korban seorang pelajar wanita mengenakan jilbab hitam berjongkok sambil dipaksa untuk mencium kaki pelaku.

Pelaku dalam video merekam sendiri aksinya, dia juga mengucapkan kalimat umpatan ke korban dengan nada intimidasi.

"dia (menunjuk ke korban) udah minta maaf sama gue, noh orangnya noh, muka dempulan, yang katanya muka dempulan. Pas udah dibacotin balik, enggak mau dibacotin balik," kata pelaku dalam rekaman video.

Sambil terus berbicara, pelaku terus mengarahkan kakinya ke wajah korban. Karena terus terintimidasi, korban akhirnya menuruti kemauan pelaku mencium kakinya.

"Udah elus satu kali, terus cium kaki gue sampai 10 kali," ucap pelaku.

Pelaku yang terus mengarahkan kamera, sesekali mempertegas sorotan ke wajah korban yang menunjukkan raut sedih.

Tanpa memiliki belas kasih, pelaku justru tertawa ketika korban mencium kakinya berulang kali sambil terus mengintimidasi.

“Dah jangan diulangi lagi kayak gitu, nih gue ingetin lu kalau ke sekolah muka lu jangan dempulan, ya? iya nggak?" Ujar pelaku.

Masih dalam unggahan yang sama, dalam video berbeda juga terlihat pelaku sempat menarik korban dari atas motor lalu menendang bagian badan secara berulang.

Adapun dari keterangan video, aksi bullying terjadi di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pelajar yang terlibat dalam video itu diketahui merupakam siswi SMK Pustaka Nusantara 2, SMK 10 Nopember dan SMP Tambun Selatan, Bekasi.

Polisi lakukan pendampingan

Polsek Tambun berusaha melakukan pendampingan terhadap korban agar berani melapor kejadian tersebut ke pihak berwajib.

"Awalnya dia malu (tidak mau lapor), tapi karena dinasehati polisi akhirnya dia mau divisum," terang Gana.

Untuk kondisi psikis korban, Gana belum mengetahui secara detail apakah mengalami trauma atau tidak.

"Rata-rata kejadian seperti ini mereka tidak mau diperpanjang karena malu, saya belum tahu kondisinya nanti akan lebih jelas kalau sudah masuk laporan," terang dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video aksi perundungan atau bullying pelajar di Bekasi viral di media sosial, dalam video tersebut korban dipaksa mencium kaki pelaku.

Video aksi perundungan pertama kali diunggah salah satu akun facebook, tetapi ketika banyak ditanggapi netizen, sang pemilik akun menghapus unggahan tersebut.

Tidak lama kemudian, akun instagram @cetul22 mengunggah kembali video tersebut dan kembali mendapatkan bergam tanggapan netizen.

Dalam video tersebut, telihat korban seorang pelajar wanita mengenakan jilbab hitam berjongkok sambil dipaksa untuk mencium kaki pelaku.

Pelaku dalam video merekam sendiri aksinya, dia juga mengucapkan kalimat umpatan ke korban dengan nada intimidasi.

"dia (menunjuk ke korban) udah minta maaf sama gue, noh orangnya noh, muka dempulan, yang katanya muka dempulan. Pas udah dibacotin balik, enggak mau dibacotin balik," kata pelaku dalam rekaman video.

Sambil terus berbicara, pelaku terus mengarahkan kakinya ke wajah korban. Karena terus terintimidasi, korban akhirnya menuruti kemauan pelaku mencium kakinya.

"Udah elus satu kali, terus cium kaki gue sampai 10 kali," ucap pelaku.

Pelaku yang terus mengarahkan kamera, sesekali mempertegas sorotan ke wajah korban yang menunjukkan raut sedih.

Tanpa memiliki belas kasih, pelaku justru tertawa ketika korban mencium kakinya berulang kali sambil terus mengintimidasi.

“Dah jangan diulangi lagi kayak gitu, nih gue ingetin lu kalau ke sekolah muka lu jangan dempulan, ya? iya nggak?" Ujar pelaku.

Masih dalam unggahan yang sama, dalam video berbeda juga terlihat pelaku sempat menarik korban dari atas motor lalu menendang bagian badan secara berulang.

Adapun dari keterangan video, aksi bullying terjadi di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pelajar yang terlibat dalam video itu diketahui merupakam siswa SMK Pustaka Nusantara 2, Tambun Selatan, Bekasi.

Penjelasan polisi

Sebuah video aksi perundungan atau bullying pelajar di Bekasi viral di media sosial.

Dalam video tersebut korban dipaksa mencium kaki pelaku.

Video aksi perundungan pertama kali diunggah salah satu akun facebook, tetapi ketika banyak ditanggapi netizen, sang pemilik akun menghapus unggahan tersebut.

Tidak lama kemudian, akun instagram @cetul22 mengunggah kembali video tersebut dan kembali mendapatkan bergam tanggapan netizen.

Dalam video tersebut, telihat korban seorang pelajar wanita mengenakan jilbab hitam berjongkok sambil dipaksa untuk mencium kaki pelaku.

Pelaku dalam video merekam sendiri aksinya, dia juga mengucapkan kalimat umpatan ke korban dengan nada intimidasi.

"Dia (menunjuk ke korban) udah minta maaf sama gue, noh orangnya noh, muka dempulan, yang katanya muka dempulan. Pas udah dibacotin balik, enggak mau dibacotin balik," kata pelaku dalam rekaman video.

Sambil terus berbicara, pelaku terus mengarahkan kakinya ke wajah korban.

Karena terus terintimidasi, korban akhirnya menuruti kemauan pelaku mencium kakinya.

"Udah elus satu kali, terus cium kaki gue sampai 10 kali," ucap pelaku.

Pelaku yang terus mengarahkan kamera, sesekali mempertegas sorotan ke wajah korban yang menunjukkan raut sedih.

Tanpa memiliki belas kasih, pelaku justru tertawa ketika korban mencium kakinya berulang kali sambil terus mengintimidasi.

“Dah jangan diulangi lagi kayak gitu, nih gue ingetin lu kalau ke sekolah muka lu jangan dempulan, ya? iya nggak?" ujar pelaku.

Masih dalam unggahan yang sama, dalam video berbeda juga terlihat pelaku sempat menarik korban dari atas motor lalu menendang bagian badan secara berulang.

• Pasangan Suami Istri Ini Tewas Tersengat Listrik di Kebun: Istri Peluk Suami, Anak Menyaksikan

Adapun dari keterangan video, aksi bullying terjadi di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pelajar yang terlibat dalam video itu diketahui merupakam siswa SMK Pustaka Nusantara 2, Tambun Selatan, Bekasi.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Tambun Selatan AKP Gana Yuda mengatakan, pihaknya masih menelusi kasus dugaan bullying yang terjadi di wilayahnya.

"Kami masih dalami vidoe itu, agar bisa ditindaklanjuti," kata Gana saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2020).

Pihaknya juga sudah melakukan kordinasi kepada sekolah maupun korban, apalagi masalah ini adalah kasus anak di bawah umur yang patut diselesaikan secara bijak.

"Korban sudah divisum masih tunggu hasilnya, dari informasi sementara kejadian Jumat lalu," terangnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Siswi Korban Bullying di Bekasi trauma hingga Takut Keluar Rumah

Editor: Wahyu Aji

Artikel Asli