Siswa SMA Taruna Palembang Tewas Saat MOS, Diduga Korban Penganiayaan dan Pembina Jadi Tersangka

LINE TODAY Dipublikasikan 14.00, 15/07/2019

Masa Orientasi Siswa (MOS) kembali menelan korban. Kali ini, siswa SMA Taruna Palembang yang bernama Delwin Berli Julindro (14) meninggal dunia saat mengikuti MOS. Orangtua mengaku melihat luka memar di tubuh mendiang sang anak, sehingga memutuskan untuk mengusus kasus ini. Berikut fakta selengkapnya.

Curiga Anak Tewas Saat MOS, Orangtua Lapor Polisi

Ilustrasi. (Istockphoto/aradaphotography)
Ilustrasi. (Istockphoto/aradaphotography)

Berce, orangtua korban mengaku terkejut saat melihat anaknya tewas setelah sempat dirawat di RS Mayria. Beliau menemukan adanya luka memar di tubuh sang anak. Hal inilah yang membuatnya akhirnya melaporkan kematian sang anak ke polisi. Jenazah korban akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Simak kecurigaan pihak keluarga selengkapnya di sini.

Adanya Bekas Luka Lebam, Korban Penganiayaan atau Kelelahan?

Orangtua mencurigai sang anak menjadi korban penganiayaan, sebab ditemukan luka lebam di kaki. Namun, ketika dihubungi, pihak sekolah menyebut korban meninggal karena kelelahan mengikuti MOS selama seminggu di sekolah yang mengusung semi militer tersebut. Menurut sang paman, keluarga belum mendapat penjelasan dari sekolah soal luka lebam, tetapi hanya diberitahu bahwa pada saat MOS, siswa jalan kaki cukup jauh tengah malam, dan korban sempat pingsan hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit, lalu meninggal. Baca penjelesan selengkapnya di sini.

Hasil forensik menunjukkan korban meninggal karena mengalami luka parah di bagian kepala. Dokter bagian forensik RS Bhayangkara Palembang, Dr Indra Sakty menyebutkan ada luka benturan di kepala akibat benda tumpul, dan di kepala juga ada resapan darah (memar) yang berarti ada benturan kuat. Dari hasil otopsi, bukan hanya memar di kepala saja yang dilakukan. Ditemukan juga luka di bagian tubuh lain dan disebutkan korban sudah meninggal enam jam sebelum diautopsi. Baca penjelasan dokter forensik selengkapnya di sini. 

Kepala Sekolah SMA Taruna Buka Suara

Kepala sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang, Tarmizi Endrianto buka suara soal kematian Delwin. Beliau menjelaskan bahwa MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang memang fokus pada bimbingan fisik dan mental. Pihak sekolah juga sudah mendapat persetujuan dari orangtua untuk menjalankan program ini, sehingga orangtua sudah tahu proses yang dijalani. Simak penjelasan kepala sekolah selengkapnya di sini.

Dinas Pendidikan Melakukan Investigasi Soal Kematian Delwin

Menindaklanjuti kematian Delwin, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mengirim tim investigasi khusus untuk mengusut kasus ini. Tim ini akan menyelidiki sistem MOS dan mencari apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan yang mengakibatkan tewasnya Delwin. Simak penjelasan dinas selengkapnya di sini.

Mendikbud, Muhadjir Effendy, juga memberikan pendapatnya soal kasus ini. Beliau menegaskan bahwa tidak boleh terjadi perpeloncoan di sekolah terhadap siswa baru, terutama pada masa pengenalan lingkungan sekolah. Selengkapnya bisa dibaca di sini. 

Polisi Tetapkan Satu Pembina Sebagai Tersangka

Lewat penyelidikan, polisi menetapkan salah satu Pembina SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang, Obby Firman Arkataku (24) sebagai tersangka kasus penganiayaan. Polisi menyebut penganiayaan itu terjadi karena Pembina kesal akibat disebut sebagai Pembina yang kasar oleh korban. Korban sempat melawan dan disebut pemalas oleh Pembina, dan akhirnya tersangka kesal sehingga memukuli korban pakai bambu. Korban juga ditarik sehingga kepalanya membentur aspal dan tidak sadarkan diri. Simak fakta selengkapnya di balik kasus tersebut di artikel ini.

Saat gelar rekonstruksi dilakukan di tempat kejadian, tersangka yang bernama Obi mengaku hanya memukul korban di bagian pipi. Baca pengakuan Obi selengkapnya di sini.

Selain Delwin, Ada Siswa Lain yang Tak Sadarkan Diri Saat MOS

Suwito dan kuasa hukumnya Firli saat melaporkan mengenai dugaan penganiayaan yang menimpa anaknya saat MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang.
Suwito dan kuasa hukumnya Firli saat melaporkan mengenai dugaan penganiayaan yang menimpa anaknya saat MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang.

Ternyata, ada korban lain saat menjalani proses MOS ini, bernama Wiko Jelindra. Saat ini korban dalam keadaan tak sadarkan diri. Sang ayah, Suwito, mendatangi Polresta Palembang untuk membuat laporan terkait dugaan penganiayaan yang dialami anaknya. Suwito mendapat kabar dari pihak sekolah pada Sabtu, 13 Juli pukul 14.00 WIB bahwa anaknya dilarikan ke rumah sakit Karya Asih, Sako Palembang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Selengkapnya bisa dilihat di sini.

Lebih lanjut lagi, Suwito menjelaskan malam harinya anaknya menjalani operasi karena perutnya sakit dan ditemukan ada usus yang terbelit. Wiko sempat bercerita pada saat MOS dia ditendang dan perutnya ditonjok. Baca kisah Wiko selengkapnya di sini.