Siswa SMA Perkosa Mahasiswi di Palopo hingga Pendarahan Hebat

SINDOnews Dipublikasikan 01.32, 20/09/2019 • INews.id
Siswa SMA Perkosa Mahasiswi di Palopo hingga Pendarahan Hebat
Seorang mahasiswi berusia 22 tahun diperkosa oleh siswa SMA berusia 17 tahun hingga mengalami pendarahan hebat. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.

PALOPO - Seorang siswa SMA berinisial NRP dilaporkan atas tuduhan pemerkosaan terhadap mahasiswi berinisial LI di Kota Palopo, Sulsel. Korban diperkosa hingga mengalami pendarahan hebat. Sang mahasiswi mendapat lima jahitan di alat kelaminnya dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

NRP yang baru berusia 17 tahun dengan leluasa memerkosa LI yang hampir tidak sadarkan diri. Diduga pelaku menyuguhkan air mineral bercampur obat yang membuat mahasiswi berusia 22 tahun ini tidak sadarkan diri.

Tim Jatanras dan Pidana Umum Polres Palopo akhirnya menangkap NRP di Desa Maindo, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Kamis (19/09/2019) kemarin. Polisi menangkap warga Desa Sumalu, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja itu, setelah mendapat laporan dari keluarga korban LI.

Polisi selanjutnya mendatangi rumah kos siswa SMA di Palopo itu yang menjadi lokasi pemerkosaan. Di kamar pelaku, polisi menemukan bercak darah yang berada di tempat tidur dan di kelambu. Polisi juga menggeledah kamar untuk mencari bahan yang dicampurkan pelaku ke air mineral yang diminum korban hingga tidak sadarkan diri.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardi Yusuf, mengatakan pemerkosaan tersebut berawal dari perkenalan pelaku dengan korban di media sosial Facebook. Dari situ, pelaku kemudian mengajak korban berjalan-jalan dengan modus meminta bantuan mengerjakan tugas sekolahnya pada Selasa (17/9/2019) lalu.

Korban lalu meminta diantarkan ke rumahnya. Namun, di tengah jalan, pelaku malah membawa korban ke rumah kosnya. Pelaku sempat memberikan air mineral kepada korban hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

"Diduga ada campuran dalam air mineral itu. Menurut keterangan korban, dia disuruh pelaku meminum air mineral dan setelah itu pusing dan tidak sadarkan diri. Saat itulah, pelaku memerkosa korban hingga terjadi pendarahan," kata Ardi.

Setelah memerkosa korban, pelaku mengantarkan ke rumahnya. Korban yang kesakitan akibat pendarahan akhirnya menceritakan aksi bejat pelaku kepada keluarganya. Keluarga korban lalu melaporkan NRP ke Polres Palopo.

Korban yang terus mengalami pendarahan dilarikan ke Rumah Sakit Bintang Laut. Hingga kini korban masih dirawat di rumah sakit. Menurut keterangan dokter, korban mengalami pendarahan hebat dan alat kelaminnya harus dijahit.

"Korban masih dirawat karena ada luka pendarahan di alat kelaminnya," kata Ardi.

Artikel Asli