Siswa SMA Negeri 4 Banjarmasin yang Tampar Wakil Kepsek Akhirnya Dipindahkan ke Sekolah Lain

Tribunnews.com Dipublikasikan 01.24, 20/09/2019
Ilustrasi menampar

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Seorang guru di SMA Negeri 4 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ditampar salah seorang muridnya.

Perbuatan itu dilakukan hanya karena masalah sepele.

Sang murid tak terima guru tersebut menegurnya untuk merapikan seragam.

Kepala sekolah SMA Negeri 4 Banjarmasin, Tumiran mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (13/9/2019) pekan lalu.

Saat itu, MR datang ke sekolah dengan seragam di luar.

Aliansyah, guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu langsung menegur MR.

MR yang tak terima dengan teguran itu melawan dan secara spontan menampar wajah Aliansyah.
Merasa tak senang dengan perlakuan MR, Aliansyah melakukan visum dan meminta pihak kepolisian dari Polsek Banjarmasin Barat, melakukan mediasi bersama MR dan orang tuanya.

Melalui mediasi, disepakati kasus tersebut tidak dilanjutkan secara hukum dan disarankan berdamai.

Namun, pihak sekolah memberikan sanksi kepada MR, dengan memindahkan MR ke sekolah lain atas persetujuan pihak sekolah dan orang tua MR disaksikan pihak kepolisian.

"Sudah dilakukan mediasi setelah kejadian itu, dan hari ini disepakati MR dipindahkan ke sekolah lain yang ia mau," lanjut Tumiran.

Sementara MR dan kedua orangtuanya menyampaikan penyesalan dan minta maaf kepada Aliansyah.

"Mereka juga sudah meminta maaf secara pribadi ke wakil kepala sekolah dan juga meminta maaf kepada seluruh guru-guru lainnya," ucap dia.

Tumiran berharap ada sekolah yang mau menerima MR sebagai siswanya karena MR yang saat ini duduk di kelas 3 sebentar lagi menamatkan pendidikannya sebagai siswa SMA.

Kronologis

Seorang siswa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan perbuatan tidak terpuji kepada gurunya sendiri.

Hanya karena ditegur untuk merapikan baju seragamnya, siswa SMA Negeri 4 Banjarmasin tersebut malah menampar sang guru.

"Awalnya ditegur, baju anak itu kan di luar, disuruh masukkan ke celana, mungkin karena emosi ditegur, anak itu spontan menampar," ujar kepala sekolah SMA Negeri 4 Banjarmasin, Tumiran, saat dihubungi, Kamis (19/9/2019).

Tumiran menuturkan, kejadian itu terjadi pada hari Jumat (13/9/2019) lalu.

Saat itu, pelaku MR datang ke sekolah dengan baju di luar.

Melihat hal tersebut, Aliansyah, guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu langsung menegur MR.

Rupanya, teguran tersebut tidak diterima MR sehingga ia melawan dan menampar wakil kepala sekolah yang menegurnya.

"Jumat lalu kejadiannya, ya namanya guru, kan sudah tugas guru sebagai orang tua di sekolah mengajarkan disiplin," tambah Tumiran.

Akibat kejadian ini, Aliansyah waktu itu langsung melakukan visum dan meminta pihak kepolisian dari Polsek Banjarmasin Barat, melakukan mediasi bersama MR dan orangtuanya.

Melalui mediasi, disepakati kasus tersebut tidak dilanjutkan secara hukum dan disarankan berdamai.

Namun, pihak sekolah memberikan sanksi kepada MR, dengan memindahkan MR ke sekolah lain atas persetujuan pihak sekolah dan orangtua MR disaksikan pihak kepolisian.

"Sudah dilakukan mediasi setelah kejadian itu, dan hari ini disepakati MR dipindahkan ke sekolah lain yang ia mau," lanjut Tumiran.

Atas kejadian ini pula, MR dan kedua orang tuanya sangat menyesal dan sudah meminta maaf kepada Aliansyah.

"Mereka juga sudah meminta maaf secara pribadi ke wakil kepala sekolah dan juga meminta maaf kepada seluruh guru-guru lainnya," ucap dia. (Kompas.com/Andi Muhammad Haswar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Lengkap Siswa Tampar Wajah Wakil Kepala Sekolah karena Tak Terima Ditegur Rapikan Seragam"

Artikel Asli