Siswa SD Kecanduan Game Online hingga 4 Bulan Bolos Sekolah, Nenek: Bangunnya Sore, Tidur Subuh

Kompas.com Dipublikasikan 02.43, 21/11/2019 • Kontributor Magetan, Sukoco
KOMPAS.COM/SUKOCO
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto yang langsung mendatangi rumah siswa kecanduan game online. Demi bermain game online siswa AD membolos hingga 4 bulan.

MAGETAN, KOMPAS.com –  Rumah sederhana di Desa Banjarpanjang, Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan, Jawa Timur itu terlihat sepi ketika rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magetan datang berkunjung pada Rabu (20/11/2019). 

Suwoto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magetan pun  mengucapkan salam. Lamat-lamat suara Sayem (65) menyahut salam Suwoto. 

Rumah Sayem adalah tempat tinggal AN (12), siswa SD kelas 6 yang sudah 4 bulan bolos sekolah gara-gara kecanduan game online. AN bersekolah di SDN Banjarpanjang. 

Suwoto sebenarnya ingin berbicara dengan AN. Namun AN tertidur pulas di kamarnya, sebab sepanjang sore hingga menjelang fajar dia sibuk bermain game online.

Baca juga: Cucu Kecanduan Game Online, Neneknya Habis Pulsa Rp 27.000 Per Hari 

Hal itu diceritakan Sayem kepada Suwoto. “Kalau siag begini tidur sampai jam 4 sore karena tidurnya cucu saya itu jam 5 pagi,” ujar Sayem. 

Sayem mengaku tidak bisa berbuat banyak terhadap kecanduan game online cucunya selain menuruti kemauannya untuk dibelikan pulsa setiap hari. Sang nenek harus merogoh kocek Rp 27.000 per hari untuk membeli pulsa. 

Dia juga mengatakan jika cucunya tersebut sangat suka pelajaran matematika. 

Sejak kecil AD memang dirawat olehnya karena kedua orangtuanya merantau ke Kalimantan berjualan bakso. 

Bahkan AD sudah lebih dari 5 tahun terakhir tak pernah bertemu dengan orang tuanya karena tak pernah pulang.

Baca juga: Bolos Sekolah Selama 3 Bulan, Siswa SD di Magetan Kecanduan Game Online

Kakek dan nenek tidak tahu efek game online

Menurut Sayem kencanduan game online AD berawal dari permintaan dibelikan handphone (HP) android. Sejak memiliki HP setahun lalu, AD mulai mengenal permainan game online.

Pada awalnya AD hanya membolos sehari hingga 2 hari dalan seminggu.

Namun sejak Lebaran tahun 2019, cucunya tersebut enggan bersekolah dan lebih banyak tiduran di kamarnya sambil main game online.

“Habis lebaran itu dia tidak mau sekolah. Sehari hari ya main hapenya,” imbuhnya.

Sayem mengaku tidak tahu banyak pengaruh buruk kebiasaan main game hingga berjam jam yang dilakukan oleh cucunya.

Baca juga: Kecanduan Game Online, 8 Pelajar Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

 

Dia mengaku pasrah dengan kebiasaan AD karena suaminya Mariman (70) juga tak pernah melarang cucunya main HP hingga menjelang subuh.

Sejak kecanduan game online, AD jarang sekali keluar kamar. Bahkan untuk membeli pulsa untuk bermain game, Sayem yang membelikan ke counter HP  di perempatan desa.

“Saya kerja membuat lempeng. Meski tak seberapa hasilnya, uang itulah yang saya pakai untuk beli pulsa setiap hari untuk main game online cucu saya. Saya yang belikan wong dia tidak mau keluar kamar,” ucapnya.

Baca juga: 3 Anak di Semarang Alami Gangguan Jiwa akibat Kecanduan Game Online

Perlu pendampingan psikiater 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwoto mengaku akan meminta kepada pihak sekolah untuk terus membujuk dan memberikan pendampingan kepada AD agar mau kembali pergi sekolah.

Pemerintah Daerah Magetan juga akan memberikan pendampingan psikiater kepada AD.

“Kita upayakan ada pendampingan psikiater agar AD bisa terlepas dari kecanduan game. Pihak sekolah juga kita minta terus memberikan support agar siswa mau kembali sekolah,” ujarnya.

Suwoto menambahkan, selain AD ada siswa SMP di Kabupaten Magetan yang terlebih dahulu ditangani oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan terkait ketergantungan dengan game online.

Selain pendampingan upaya pendampingan oleh psikiater, peran keluarga sangat dibutuhkan agar anak anka usai sekolah bisa terlepas dari ketergantungan game online.

“Yang siswa SMP sejauh ini mulai pulih, dia mau bersekolah lagi dengan adanya pendampingan psikiater,” imbuhnya.

Baca juga: Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Orangtua diimbau pulang

Selain upaya pendampingan psikiater, Suwoto berharap orangtua AD yang merantau ke Kalimantan untuk bisa pulang sejenak melihat keberadaan anaknya.

“Yang berperan penting tetap keluarga, karena di sekolah kan hanya beberapa jam,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, AD siswa kelas 6 SDN 1 Banjarpanjang, Kabupaten Magetan, membolos hingga 4 bulan karena kecanduan game online.

Upaya pihak sekolah untuk membujuk siswanya  agar masuk sekolah dengan meminjamkan buku pelajaran dan mendatangi kerumah tidak berhasil karena AD lebih memilih membolos demi main game online. 

Penulis: Kontributor Magetan, SukocoEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli