Siswa Baru SMA Taruna Tewas Setelah Alami Kekerasan Saat MOS

Keepo.me Diupdate 09.34, 16/07/2019 • Dipublikasikan 07.45, 16/07/2019 • dea dezellynda

Siswa baru SMA Taruna meninggal karena dianiyaya pembina sekolah

Masa Orientasi Sekolah (MOS) lagi-lagi memakan korban jiwa. Meski telah dihimbau pemerintah tentang pelarangan perploncoan di lingkungan sekolah, namun rasanya himbauan tersebut tak diindahkan. Seorang murid baru SMA Taruna di Palembang, Sumatera Selatan meregang nyawa setelah dianiaya oleh pembina sekolah.

Korban berinisial DB (14) dalam keadaan sehat diantar oleh ibunya ke sekolah. Sang ibu terpukul anaknya dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa. Saat diautopsi, di tubuh korban ditemukan adanya luka dari benda tumpul. Polisi telah mengantongi nama tersangka yang tak lain adalah pembina sekolah itu sendiri.

1.MOS berujung meregang nyawa

www.tribunnews.com
www.tribunnews.com

Kisah pilu dialami oleh Berce (41), ibu dari korban kekerasan MOS di SMA Taruna, Palembang. Berce sampai saat ini tidak terima anaknya meninggal dunia gara-gara dianiaya saat MOS. Berce mengaku mengantar anaknya dalam keadaan sehat pada hari Sabtu (6/7) ke sekolah untuk ikuti MOS.

"Diantar Sabtu lalu untuk mengikut MOS, dia bilang masuk Taruna pengin seperti ayahnya. Kan ayahnya di pelayaran," ujar paman korban, Herman ketika ditemui di RS Bhayangkara, Sabtu (13/7/2019) dilansir Detik.com.

Menurut sang ibu, anaknya tersebut memang memiliki keinginan bersekolah di SMA Taruna. Selain itu, Berce ingin anaknya memiliki mental kuat seperti ayahnya yang berprofesi sebagai pelayar.

Berce sangat terpukul anaknya menjadi korban perploncoan di sekolah. Berce meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut kasus ini dan menghukum pelaku seberat-beratnya.

2.Pelaku merupakan pembina sekolah

palembang.kompas.com
palembang.kompas.com

Polisi yang menerima laporan perploncoan, langsung melakukan penyelidikan kasus tersebut. Jenazah korban di autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel.

Dilansir Detik.com, dalam pemeriksaan itu ditemukan luka di bagian kepala kanan korban. Luka itu disebut akibat dipukul oleh pelaku OFA ketika mengikuti serangkaian kegiatan MOS, Jumat (12/7) kemarin.

"Kami telah memeriksa 21 orang saksi dan pemeriksaan atas jenazah melalui ahli forensik di kedokteran rumah sakit Bhyangkara Polda Sumsel. Keterangan saksi dicocokkan dan ternyata korban mengalami kekerasan benda tumpul di tubuh korban," ujar Kapolda Sumsel Irjen Firli.

"Melalui alat bukti itu, kami yakni korban meninggal akibat kekerasan. Setelah itu kita identifikasi pelaku dan menetapkan OFA sebagai tersangka. OFA ini sebagai pembina di sekolah tersebut," tambahnya.

Disampaikan oleh pihak sekolah, korban sempat kejang sebelum dilarikan ke rumah sakit. Korban dilaporkan meninggal sehari setelahnya (13/7) sekitar pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Myria, Palembang.

Polisi sangat menyayangkan karena kasus perploncoan masih saja terjadi di lingkungan sekolah. Padahal pemerintah sudah melarang MOS yang diisi dengan perploncoan karena bisa membahayakan nyawa murid.

3.KPAI pertanyakan Disdik Sumsel

fajar.co.id
fajar.co.id

Terkait meninggalnya DB, Komisi Perlidungan Anak Indonesia (KPAI) pertanyakan pengawasan Dinas Pendidikan Sumsel. Disdik harusnya memberi pedoman MOS dan pengawasan di sekolah-sekolah untuk menghindari adanya perploncoan.

"KPAI akan berkoordinasi senin (15/7) dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah untuk meminta penjelasan dan klarifikasi. KPAI akan mempertanyakan pengawasan Dinas Pendidikan Sumatera Selatan terkait pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah/MOS) 2019, dan memastikan apakah juknis dan pedoman MPLS sudah diterima oleh seluruh sekolah," kata Komisoner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019).

KPAI kecewa dengan pihak sekolah yang seharusnya mendampingi dan mengawasi jalanya MOS. KPAI bersama polisi akan terus mengusut tuntas kasus ini. KPAI berharap ke depannya kasus ini tidak akan terulang kembali.

"KPAI juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang memproses pelaporan orang tua DBJ terkait proses pemeriksaan kasus ini," ujarnya.

Masa Orientasi Sekolah adalah masa pengenalan lingkungan sekolah kepada murid baru yang harusnya dikemas dengan cara yang menyenangkan dan berkesan. Bukan justru diisi dengan kekerasan yang bisa membahayakan nyawa.

Artikel Asli