Sistem Bank Mandiri Eror, Berikut Fakta-faktanya

kumparan Dipublikasikan 03.24, 21/07/2019 • Michael Agustinus
Suasana di ATM Bank Mandiri di Thamrin City, Jakarta. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Sistem Bank Mandiri mengalami gangguan sejak Sabtu (20/7) dini hari. Tagar #mandirierror sempat jadi trending topic di lini masa twitter.

Erornya sistem Bank Mandiri itu menyebabkan berkurangnya saldo. Bahkan, beberapa nasabah mengaku saldonya ludes alias berubah menjadi Rp 0. kumparan merangkum sederet hal berkaitan sistem Bank Mandiri eror, berikut fakta-faktanya:

1. Saldo 1,5 Juta Nasabah Bank Mandiri Berubah

Tak kurang dari 1,5 juta nasabah yang mengalami kejadian sistem Bank Mandiri eror pada Sabtu (20/7) pagi itu.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Namun, Rohan memastikan kejadian ini murni kesalahan sistem dan bukan merupakan fraud.

“Kami mohon maaf kepada nasabah. Ada sekitar 10 persen nasabah yang terdampak. Ini kesalahan sistem, bukan fraud,” ungkap Rohan di Plaza Mandiri, Jakarta, Sabtu (20/7).

Bank Mandiri belum mengetahui total besaran saldo nasabah yang berubah. Menurut Rohan, pihaknya akan melakukan investigasi terkait eror sistem ini. Rohan pun menjamin saldo nasabah tetap aman. Besaran saldo akan segera pulih dalam waktu 2 sampai 3 jam. "Kami pastikan rekening nasabah, aman," kata dia.

2. Bank Mandiri Jelaskan Penyebab Sistem Eror

Sistem Bank Mandiri yang eror terjadi saat sistem tengah melakukan back up pada malam hari. Menurut Rohan, setiap tengah malam, sistem perbankan selalu melakukan tutup buku yang berfungsi merekap transaksi di hari sebelumnya.

Pada saat proses itu berlangsung, data-data nasabah sementara waktu dipindahkan ke back up server. Lalu setelah proses selesai, data tersebut akan dikembalikan lagi ke server utama atau core system.

“Dari back up server kembali lagi ke server utama. Nah saat kembali ini ada yang corrupt. Itu yang kemudian akan diperiksa,” ungkap Rohan.

Corrupt atau eror inilah yang akhirnya menyebabkan saldo nasabah berubah. Meski demikian menurut Rohan, saldo nasabah sejatinya tetap aman. Sebab, data tersebut sudah terekam dalam sistem back up data.

“Saldo aslinya ada waktu tutup buku akhir. Kita tahu saldo dia,” ujarnya.

Mesin ATM Bank Mandiri di Thamrin City, Jakarta. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

3. BI Angkat Bicara soal Sistem Bank Mandiri yang Eror

Bank Indonesia (BI) meminta gangguan sistem pembayaran yang menimpa Bank Mandiri segera diatasi. Selain itu, perseroan juga perlu memberikan informasi secepat mungkin kepada nasabah mengenai langkah penyelesaian yang telah dilakukan.

"Segera memberitahukan atau berkomunikasi kepada nasabah untuk memberikan perlindungan nasabah dan kepastian layanannya terjaga dan terkendali," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko.

4. Sistem Eror, Bank Mandiri Nonaktifkan Semua Channel ATM dan Mesin EDC

Masih pada Sabtu (20/7), Bank Mandiri memutuskan untuk menonaktifkan semua mesin ATM, EDC hingga layanan m-banking untuk sementara waktu.

Rohan Hafas menegaskan kesalahan sistem ini mengakibatkan tidak hanya berkurangnya saldo milik nasabah. Menurut Rohan, beberapa nasabah justru mengalami penambahan saldo. Untuk menghindari pengambilan saldo tersebut, Bank Mandiri pun menonaktifkan semua channel.

“ATM dimatikan semua. Sejak pukul 11 siang hingga nanti sekitar jam 2 siang. Karena ada beberapa nasabah yang saldonya bertambah kan. Untuk menghindari diambil atau digunakan,” ungkap Rohan.

Sebab hal tersebut merupakan bagian dari kesalahan sistem sehingga nasabah tidak berhak atas saldo tambahan. Menurut Rohan, pihaknya nanti akan mendebet secara otomatis dari rekening nasabah yang saldonya tiba-tiba bertambah.

Namun di sisi lain menurut Rohan, adanya penambahan saldo ini merupakan bukti bahwa eror yang sedang terjadi adalah murni kesalahan sistem, bukan fraud.

“Ada saldo berkurang, tapi ada yang bertambah. Inilah bukti bahwa ini bukan fraud,” tuturnya.

5. Saran BPKNke BI Agar Gangguan Sistem Perbankan Tak Terjadi Lagi

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta Bank Indonesia (BI) ke depannya untuk mengenakan denda terhadap bank yang terbukti lalai sehingga menimbulkan kerugian kepada konsumen.

Menurut Koordinator Komisi Kerjasama dan Kelembagaan BPKN, Nurul Yakin, hal itu perlu dilakukan agar kasus seperti gangguan sistem seperti yang terjadi pada Bank Mandiri hari ini tak kembali terulang.

“Bank Indonesia ke depan perlu menerapkan mekanisme denda atas gagalnya sistem pembayaran seperti ini oleh bank penyelenggara,” ujarnya.

Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Shutter Stock

6. Nasabah Sudah Bisa Cek Saldo di ATM Bank Mandiri, tapi Prosesnya Lama

kumparan juga sempat memantau langsung ke pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, salah satu mesin ATM milik Bank Mandiri yang terletak di lantai dasar hall A juga tidak dapat digunakan. Layar pada mesin tersebut ditutupi secarik kertas berisikan pemberitahuan.

“Mohon maaf ATM sedang dalam pemeliharaan. Sorry for any inconvenience, this ATM is temporarilyunder maintenance,” tulis pemberitahuan pada layar ATM tersebut.

Beberapa nasabah yang ingin melakukan transaksi pun akhirnya beralih ke ATM lain. Lalu, kumparan mencoba mencari mesin ATM lain di Gedung Thamrin City. Di lobby utama, persis di sebelah KCP Jakarta Thamrin City terdapat tiga mesin ATM Bank Mandiri. Beberapa nasabah tampak berkerumun di depan mesin ATM tersebut. Petugas menyebutkan sistem di ATM masih belum stabil.

“Tadi udah bisa, tapi masih belum stabil. Ini lagi dicoba. Kalau cek saldo bisa tapi agak lama,” ujar petugas keamanan kepada kumparan.

7. Bank Mandiri Pastikan Semua Layanan Sudah Kembali Normal

Rohan kembali menegaskan pemulihan sistem ini dilakukan secara bertahap. Begitu pula untuk saldo nasabah yang sempat berkurang, besaran saldo dipastikan akan kembali normal. Rohan menyatakan nasabah bisa mengecek saldo secara berkala.

“Terima kasih kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan dalam menggunakan layanan Bank Mandiri,” ujarnya.

8. Belum Semua Layanan Bank Mandiri Berfungsi Normal

Usai proses normalisasi saldo rekening nasabah, Bank Mandiri memastikan seluruh layanan telah kembali beroperasi normal. Layanan tersebut meliputi Mandiri Online, internet banking, sms banking, ATM dan EDC.

Berdasarkan pantauan kumparan pada Sabtu sore (20/7), beberapa mesin ATM di Thamrin City memang diketahui sempat ditutup menggunakan secarik kertas berisi pemberitahuan. Sabtu sore (20/7), kertas tersebut sudah dilepas dan ATM mulai bisa digunakan.

Meski demikian, ternyata masih ada beberapa nasabah menyatakan belum semua layanan Bank Mandiri berfungsi normal.

“Cek saldo dan tarik tunai bisa,” ungkap salah satu nasabah di ATM KCP Jakarta Thamrin City kepada kumparan, Sabtu (20/7).

Bahkan, ada pula nasabah yang mengaku belum bisa melakukan cek saldo. Kemudian, beberapa nasabah lainnya juga belum bisa melakukan transfer baik ke sesama bank maupun antar bank.

“Belum bisa. Ini mau transfer belum bisa,” ujar seorang nasabah.

Nasabah tersebut menjelaskan, di layar ATM hanya tertera keterangan transaksi sedang diproses, nasabah pun diminta menunggu. Namun setelah lama menunggu, transfer tidak berhasil dilakukan. Namun nasabah tersebut mengaku berhasil melakukan tarik tunai.

Artikel Asli