Sinyal Telkomsel di Sumatra Lumpuh! Sistem Rekayasa Jaringan Dipertanyakan

Bisnis.com Dipublikasikan 14.10, 11/08 • Leo Dwi Jatmiko
Wisatawan menikmati pemandangan Gunung Bromo dengan latar belakang Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di penanjakan satu Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (19/5)./Antara-Zabur Karuru
Akademisi dari ITB Ian Yosef M. Edward mempertanyakan redundant system atau sistem rekayasa jaringan Telkomsel, sehingga bisa menyebabkan gangguan dalam skala luas.

Bisnis.com, JAKARTA – Jaringan internet Telkomsel padam hingga berjam-jam di Kota Pekanbaru, Sumatera Utara dan Sumatera bagian tengah akibat fasilitas Sentra Telepon Otomat (STO) Telkom di Pekanbaru terbakar pada Selasa (11/8/2020) pukul 15.00 WIB. Lantas di mana redundant sytem Telkom?

Redundant system atau sistem rekayasa jaringan merupakan sebuah sistem yang berguna untuk mengantisipasi ketika terjadi gangguan jaringan. Sistem ini mengatur peralihan jaringan, sehingga satu jaringan terputus maka dapat mengalir lewat jalur lainnya, sehingga layanan yang diberikan tetap terjaga.

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa Sentral Telepon Otomat (STO) merupakan tempat pusat sistem telekomunikasi operator berada. Di sana terdapat banyak perangkat yang mendukung mendukung layanan suara, SMS maupun layanan data.

Dia meyakini bahwa Telkom memiliki sistem rekayasa atau redundant system yang baik sehingga ketika menghadapi gangguan, layanan akan segera dialihkan ke sistem yang lain. Alhasil, layanan kepada pelanggan dapat segera dipulihkan, meskipun tidak 100 persen.

Adapun jika dalam waktu lama layanan tersebut tidak segera pulih, maka disinyalir terdapat gangguan dalam sistem rekayasa tersebut.

"Telkom punya ring serat optik, harusnya cepat beralihnya. Harusnya cepat sekali bahkan tidak terasa. Jika lambat ada masalah apa?” kata Ian kepada Bisnis.com, Selasa (11/8/2020) malam.

Mengenai hal tersebut, Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan bahwa saat ini TelkomGroup sedang melakukan mitigasi dan proses pemulihan layanan. Pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan.

“Di samping itu juga kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pemulihan peristiwa ini serta kepada pelanggan yang senantiasa setia pada layanan Telkom Group,” kata Arif.

Artikel Asli