Sinopsis Drakor 'Romantic Doctor, Teacher Kim (Season 2)' Episode 15: Rencana Rekonstruksi Rumah Sakit

Sinopsis Drakor Dipublikasikan 05.00, 21/02
(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Dalam hati, Eun Jae mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi pemain biola. Tapi suatu hari, gurunya mengatakan ia tidak berbakat dan seharusnya bermain biola untuk hobi saja. Selama dua hari ia menangis, setelah itu ia merelakan impiannya.

Eun Jae mengungkapkan bahwa tidak kompeten menjadi cerita yang sama dalam pekerjaannya sebagai dokter. Ia harusnya menyadari hal itu sejak awal. 

Dokter Yang berbicara dengan Park Min Gook. Ia mengatakan bahwa tak seharusnya membiarkan Kim Sabu mempermalukannya di depan para staf. Sebelumnya, Kim Sabu menyebut Presdir Park sebagai seorang pengecut yang menghindari masalah.

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Pasien dari tahanan yang mengalami pendarahan karena gagal ginjal akhirnya datang. Ia dibawa ke ruangan hibrida. Para dokter dan pegawai kemudian mencoba memeriksanya. Borgol di kedua tangannya dilepas terlebih dahulu, setelah itu diikat kembali di ranjang pasien. 

Polisi mengatakan bahwa dia sudah menjalani hemodialisis sejak lima tahun lalu karena menderita gagal ginjal. Ia melakukannya tiga kali dalam sepekan. Kim Sabu kemudian memanggil Eun Jae. Ia meminta Eun Jae untuk menyiapkan operasi. 

Kim Sabu lalu mengatakan agar Eun Jae tak terlalu memikirkan masalahnya, karena ia tak bersalah. Eun Jae membalasnya dengan mengucapkan terima kasih. Ia kemudian meminta Perawat Park Eun Tak untuk membantunya di ruang operasi. 

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Di kedai On Your Way, Dokter Yoon Ah Reum baru saja tiba. Sebelumnya ia sudah berjanji akan minum bersama Park Eun Tak di sana. Saat akan membuka pintu tempat itu, rupanya dikunci. Ia lalu melihat ponsel dan ternyata Park Eun Tak menyebut ia masih ada pasien namun akan tetap datang jika sudah selesai.

Di rumah sakit, pasien tahanan itu rupanya tak mau menuruti Eun Jae untuk memutar kepalanya. Jika tak segera diobati maka transplantasi ginjal menjadi jalan satu-satunya. Tahanan itu lalu menanyakan siapa orang yang mau menyumbang ginjalnya pada pembunuh seperti dia. Park Eun Tak kemudian berbicara dengan tegas agar ia segera menurut.

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Di UGD, datang pasien baru. Ia merupakan seorang paramedis bernama Choi Soon Young yang pingsan setelah kepalanya dipukul pria mabuk. Woo Jin berusaha memeriksanya. Pasien ternyata mengalami gagal jantung. Kim Sabu kemudian datang untuk membantu. Ia menyebut kedua pupil pasien itu membesar. 

Kim Sabu lalu bertanya pada petugas yang membawanya tentang apa yang terjadi pada paramedis itu. Paramedis itu awalnya ingin membantu pria yang sedang mabuk. Kepalanya menggunakan helm, saat terkena pukulan pria mabuk tersebut ia sebenarnya baik-baik saja. Namun setelah dua jam, ia muntah-muntah lalu tak sadarkan diri. 

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Kim Sabu menyebut bahwa mungkin ada masalah di otaknya. Mereka perlu melakukan pindai CT. Rekan petugas paramedis itu terkejut mendengarnya. 

Sementara itu Eun Jae di ruangan operasi melakukan penanganan kepada pasien. Park Eun Tak masih menemaninya. 

Seorang ibu-ibu memasuki rumah sakit. Sementara itu Dokter Yoon Ah Reum juga menemani seorang ibu untuk masuk ke rumah sakit. Ia merupakan ibu dari paramedis yang tak sadarkan diri. 

Para dokter mengatakan sepertinya mereka tak berdaya melihat kondisi pasien paramedis. Paramedis itu mengalami SAH tapi bukan karena trauma di kepalanya. Tapi Kim Sabu menyebut mereka tak bisa mengesampingkan hubungan antara keduanya. Keadaan pasien sendiri dalam posisi tidak bernapas dan tidak ada tanda stem. 

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Ibu paramedis itu kemudian menemui Kim Sabu. Ia menanyakan tentang keadaan putrinya yang katanya terluka parah. Kim Sabu lalu menjelaskan bahwa ada pendarahan di otaknya. Ibu paramedis itu bertanya bagaimana jika dioperasi apakah bisa sembuh. Kim Sabu menjawab bahwa perlu melihat kondisinya namun saat ini kelihatannya ia tak berdaya. 

Ibu itu menangis agar Kim Sabu mau melakukan operasi. Namun Kim Sabu meminta maaf bahwa saat itu ia tak bisa melakukan apa-apa. 

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Woo Jin lalu menceritakan pada Eun Jae bahwa ada paramedis yang cedera kepala dan mengalami SAH, ia tak bernapas dan tanpa tanda vital stem. Eun Jae menanyakan apakah itu mati otak, Woo Jin menjawab mungkin. Eun Jae lalu bercerita tentang pasien tahanan yang ia tangani. Pasien itu seperti sudah tak tertarik untuk hidup. 

Woo Jin kemudian menyebut bahwa Eun Jae berbakat. Ia menyebut Eun Jae bahkan merawat pasien sampai lehernya tersayat. Woo Jin mengungkapkan bahwa berbakat untuk dokter bisa dari pola pikir, bukan tangan yang cekatan. Eun Jae lalu tersenyum bahagia mendengar pujian dari Woo Jin.

Di ruangannya, Kim Sabu mendengarkan musik kesukaannya. Ia melihat kliping soal keluarga yang bunuh diri. Kemudian ada berkas lain yang rupanya berisi penghentian dana oleh Komite Evaluasi Medis. 

Eun Jae bersiap untuk pulang. Ia lalu bertemu dengan Dokter Bae yang ingin mentraktirnya. 

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Sementara itu di kedai On Your Way, Park Eun Tak buru-buru masuk ke dalamnya. Namun di dalam ternyata ada para perawat UGD yang sedang makan. Ia bertanya apa ada orang lain yang datang sebelumnya, namun mereka menjawab tidak ada. 

Park Eun Tak lalu menelpon Ah reum yang ternyata ada di rumah sakit. Ah Reum menjawab ia di rumah sakit karena mengantarkan seorang ibu. Ia meminta Eun Tak agar bergabung makan bersama para tim UGD saja. 

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Di sebuah rumah makan, Dokter Bae dan Eun Jae makan bersama. Eun Jae memuji makanan di sana enak. Dokter Bae lalu bertanya apakah ia dekat dengan Woo Jin. Eun Jae lalu menjawab bahwa ia sendiri tidak tahu, mereka hanya saling mengenal sejak kuliah. Dokter Bae lalu menceritakan tentang orang tua Woo Jin yang meninggal karena kecelakaan tragis waktu dia SMP. Eun Jae terkejut dan menyebut ia tak mengetahui hal tersebut. 

Di kedai On Your Way, Manajer Jang Gi Tae keluar untuk menjawab telepon. Ia ditelpon oleh seseorang dan bergegas pergi menemuinya. 

Di rumah sakit, Park Eun Tak tiba di sana sambil membawa dua buah minuman kaleng. Rupanya di ruangan, Ah Reum sedang makan bersama dengan Woo Jin. Ah Reum terlihat tertawa bersamanya.

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Di tempat lain, Manajer Jang Gi Tae rupanya menemui Park Min Gook dan Dokter Yang. Dokter Yang menjelaskan bahwa mereka ingin membahas tentang rumah sakit. Ia menyebut Presdir Park dan dirinya khawatir karena Doldam tidak memiliki peraturan dan keputusan besar ditentukan oleh Kim Sabu. Mereka ingin mengatur rumah sakit agar lebih terstruktur. 

Manajer Jang Gi Tae kemudian menjawab jika mereka ingin cara yang efektif maka uang adalah jawabannya. Rupanya setelah perkataannya tersebut, Presdir Park kemudian memutuskan akan menaikkan gaji untuk semua karyawan rumah sakit.

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Di lorong rumah sakit, Dokter Yang kembali bertanya apakah Eun Jae sudah menemukan rumah sakit baru. Eun Jae mengatakan bahwa apa ada cara untuk meredakan kemarahannya. Ia akan berusaha lebih keras. Namun Dokter Yang mengatakan bahwa junior yang merasa lebih pintar dari seniornya sebaiknya disingkirkan bukan diberi kesempatan. Ia kembali memintanya untuk mencari rumah sakit lain.

Woo Jin datang menanyakan apa yang terjadi, namun Eun Jae tak mau menjelaskan. Eun Jae malah bertanya tentang masalah rentenir. Tapi Woo Jin juga tak mau membicarakan hal itu dengannya. Woo Jin terus memaksa Eun Jae untuk mengatakan apa yang terjadi. Ponsel Eun Jae lalu berdering dan ia bergegas pergi. 

Eun Jae menangani pasien dari tahanan. Di luar rupanya ada seorang ibu yang mengintipnya. Sementara itu Woo Jin bersama Kim Sabu menangani pasien paramedis. 

(Sumber: SBS)
(Sumber: SBS)

Kim Sabu ke luar ruangan dan bertemu dengan ibu paramedis itu. Ia membawa kartu donor organ yang dimiliki sang anak. Rupanya paramedis itu telah mendaftarkan organ tubuhnya untuk didonorkan. 

Di tempat lain, Eun Jae mendatangi Park Eun Tak menanyakan tentang keberadaan Kim Sabu. Eun Tak menyebut Kim Sabu sedang rapat masalah pasien paramedis yang dinyatakan mati otak. Eun Jae lalu mengeluh ada masalah dalam menangani pasien tahanan, jadi satu-satunya pilihannya adalah cangkok ginjal. Eun Tak kemudian mengatakan bahwa paramedis itu memiliki golongan yang sama dengan pasien tahanan.