Sinopsis Drakor 'Romantic Doctor, Teacher Kim (Season 2)' Episode 11: Kim Sabu Vs. Dr. Park

Sinopsis Drakor Dipublikasikan 02.38, 18/02
(Sumber: SBS)

Ada dua korban luka yang dibawa oleh ambulans ke RS Doldam. Para preman yang merupakan anak buah dari korban luka tersebut rupanya juga ikut masuk ke dalam rumah sakit. Seorang korban menderita luka tembak, dan korban lainnya mengalami penusukan di bagian dada. 

Di bangku ruang tunggu, Presdir Yeo meninggalkan sebuah topi dan surat. Seorang pegawai kemudian menemukannya. Ia memberitahu Manajer Jang Gi Tae, namun ia sangat sibuk karena ada pasien darurat.

(Sumber: SBS)

Kim Sabu yang masih di ruang operasi kemudian menyuruh Woo Jin agar meneruskan operasinya. Sementara itu Eun Jae melakukan pengobatan pada pasien, dengan ditonton para preman. Lalu terjadi keributan di dekat ruang UGD, Kim Sabu akhirnya datang dan meminta mereka untuk tenang. Mereka rupanya menurut pada Kim Sabu. 

(Sumber: SBS)

Dua kelompok yang berkelahi itu yang para detektif dan geng kriminal. Mereka saling berebut meminta bantuan agar Kim Sabu mau menangani rekan mereka. Kim Sabu memarahi mereka bahwa seharusnya jika berkelahi tak perlu menggunakan senjata tajam. Ia meminta agar ruangan tersebut kemudian dikosongkan. 

Dua orang pasien darurat sama-sama mengalami luka parah. Kim Sabu meminta untuk segera menyiapkan ruang operasi. Tiba-tiba datang Park Min Gook, ia meminta mereka untuk berhenti sejenak. Ia bertanya apa perlu untuk benar-benar mengoperasi mereka. Namun Kim Sabu tetap ingin melakukan operasi.

(Sumber: SBS)

Eun Jae kemudian diminta untuk melakukan operasi. Park Min Gook menyela mengatakan bahwa bagaimana bisa Eun Jae melakukan operasi karena sebelumnya ia selalu mual. Kim Sabu kemudian memberitahu pada Park Min Gook bahwa jika ada keyakinan pasti ada jalan, bukan memilih untuk menyerah.

Akhirnya seorang pasien dibawa Kim Sabu ke ruang operasi. Eun Jae diperingatkan Dokter Yang bahwa jika melakukan kesalahan maka dia yang akan disalahkan. Sementara itu Woo Jin baru saja menyelesaikan operasinya, pasien selanjutnya akan dibawa ke ruang ICU. 

(Sumber: SBS)

Eun Jae pergi ke ruangannya untuk meminum obat agar tidak mual. Di luar ruangan, para preman menghadang Eun Jae. Ia diancam jika terjadi sesuatu pada ketua geng mereka maka ia bisa mati bersama dengan mereka. Ia juga diminta untuk bekerja dengan benar. Eun Jae lalu mencoba tegas dan meminta agar mereka minggir.

Di UGD, Eun Jae meminta tirai untuk ditutup. Ia segera melakukan penanganan pada pasien yang merupakan ketua geng. Dokter Jung In Soo memintanya agar tak memaksakan diri. Namun Eun Jae yakin karena Kim Sabu yang menyuruhnya.

(Sumber: SBS)

Dibantu para perawat dan Dokter Jung In Soo, Eun Jae pun segera melakukan pembedahan pada pasien tersebut. Ia membedah dada pasien dengan menggunakan gergaji sternal. Para preman yang menunggu di luar tampak khawatir. 

Setelah proses yang menegangkan, kondisi pasien dalam keadaan baik. Ia lalu akan dibawa lagi ke ruangan operasi. Sementara itu Kim Sabu di ruangan operasi lainnya sedang mencari peluru yang bersarang di tubuh pasien. Kim Sabu seharusnya segera membantu Eun Jae di ruang operasi lain, namun ia ingin fokus pada pasien di depannya.

Tiba-tiba di ruang UGD, pasien darurat lainnya datang. Pasien tersebut menderita luka di bagian punggungnya. Ada sebuah kapak yang menancap di sana.

(Sumber: SBS)

Dokter Park Min Gook mengintip ke ruang operasi. Kim Sabu berhasil mengeluarkan peluru namun masih banyak kerusakan pada organ dalam pasien tersebut. Kim Sabu lalu menelpon Park Min Gook memberitahukan bahwa ada pasien yang harus dioperasi di dua ruangan. Ia tak meminta bantuannya, namun memberitahu bahwa itu adalah tugasnya sebagai dokter.

Park Min Gook akhirnya masuk ke ruangan operasi pasien. Ia menangani pasien luka tembak, sementara Kim Sabu keluar dari ruangan itu. Dokter Park akhirnya melakukan operasi dengan dibantu oleh Woo Jin. Di luar ruangan, Dokter Yang dan Dokter Heo memperhatikan mereka. 

(Sumber: SBS)

Pasien dengan kapak yang menancap di punggungnya masih dibiarkan di UGD. Kapak tersebut masih dibiarkan menancap agar tak ada pendarahan lebih banyak. Mereka harus menunggu ruang operasi kosong untuk mengobatinya. Pasien tersebut ingin pindah ke rumah sakit lain saja, namun Dokter Bae memberitahu bahwa kondisinya bisa semakin parah selama perjalanan.

Di ruangan operasi, Kim Sabu membantu Eun Jae untuk menangani pasien. Ia memuji Eun Jae telah menangani pasien tersebut dengan baik.

Di dekat ruang pasien, ada dua orang ibu yang mengawasi keadaan anak mereka di ICU. Mereka tampak sedih melihatnya. Mereka ibu dari pasien anak yang mengalami keracunan ibuprofen dan satu lagi keracunan obat karena ulah ayahnya yang ingin bunuh diri.

(Sumber: SBS)

Sementara itu di ruang administrasi, seorang pegawai memberikan topi dan surat Presdir Yeo pada Manajer Jang Gi Tae. Surat itu kemudian dibaca oleh Manajer Jang Gi Tae. Ia terkejut melihat isi surat tersebut.

Di depan ruang operasi, Dokter Nam Do Il dan Perawat Oh selesai membantu operasi yang dipimpin Dokter Park Min Gook. Mereka lalu berhenti saat melihat Kim Sabu di ruangan operasi lainnya. Kim Sabu terlihat kelelahan. Mereka mengungkapkan jika Kim Sabu memaksakan dirinya lagi kali ini. 

Dokter Nam menyebutkan mereka juga harus bersyukur Dokter Park Min Gook masih mau membantu mereka. Ia juga seorang dokter bedah yang hebat. Namun Perawat Oh menyebut seharusnya Kim Sabu yang menjadi Presdir bukan Park Min Gook.

(Sumber: SBS)

Kim Sabu yang selesai melakukan operasi menemui Park Min Gook. Dokter Park menanyakan sampai kapan Kim Sabu terus membuat keputusan yang berisiko dan sembrono. Kim Sabu menyebut bahwa tetap saja jumlah pasiennya yang selamat melebihi jumlah yang tewas. 

Dokter Park lalu menyebut bahwa kekacauan yang terjadi hari itu menunjukkan apa yang dibutuhkan RS Doldam. Rumah sakit itu membutuhkan sistem dan protokol. Ia ingin memulai dengan memperbaiki cara Dokter Boo yang salah. Kim Sabu lalu menyebutkan bahwa ia dipanggil “Kim Sabu” di rumah sakit itu, bukan Dokter Boo.