Sinopsis Drakor 'Romantic Doctor, Teacher Kim (Season 2)' Episode 10: Keberhasilan Eun Jae

Sinopsis Drakor Dipublikasikan 04.06, 17/02
(Sumber: SBS)

Di RS Doldam, para dokter membahas tentang para pasien yang mengalami keadaan kritis. Dokter Yoon Ah Reum diminta mengawasi pasien anak yang meminum terlalu banyak Ibuprofen. Sementara Kim Sabu kemudian memutuskan untuk melakukan dua operasi bersamaan, yaitu pasien dengan perforasi usus di Ruang Operasi Satu dan pasien fraktur leher di Ruang Operasi Dua.

Dokter Yang rupanya memperhatikan pembicaraan mereka. Ia lalu pergi ke ruangan Dokter Park Min Gook dan memberitahukan soal Kim Sabu yang ingin melakukan dua operasi sekaligus. Dokter Park lalu menemui Presdir Yeo di ruangannya.

(Sumber: SBS)

Di ruang tunggu, Eun Jae memberikan minuman pada ibu dari anak yang sakit karena Ibuprofen. Ia lalu melihat sang ibu banyak memiliki bekas luka di tubuhnya, kemungkinan karena KDRT dari sang suami. Eun Jae kemudian menceritakan pada Pak Koo agar mengawasi mereka.

Woo Jin dipanggil oleh Perawat Park Eun Tak untuk menangani pasien yang melompat karena ingin bunuh diri dan mengalami perforasi usus. Woo Jin enggan untuk melakukannya, namun diceramahi oleh Eun Tak bahwa orang yang bekerja di bidang medis tak boleh diskriminasi. 

Kim Sabu memanggil Eun Jae, menjelaskan tentang kondisi pasien patah tulang yang membutuhkan bypass arteri sebelum operasi ortopedi. Ia ingin Eun Jae ikut membantu di ruang operasi. Eun Jae kemudian mengatakan bahwa ia sebelumnya sudah dilarang masuk ruang operasi. Kim Sabu lalu mengeluarkan botol obat, menjelaskan bahwa itu bisa meringankan mual. Ia sendiri yang meraciknya sehingga tak akan ada efek samping mengantuk seperti obat yang biasanya Eun Jae minum.

(Sumber: SBS)

Karena Dokter Yang tak bekerja hari itu, Perawat Oh meminta Dokter Shim untuk membantu mereka di ruang operasi. Sayangnya Dokter Shim tak mau melakukannya. Ia mengatakan tak mau bertanggung jawab apalagi ia tak bekerja di sana. Namun Dokter Yang kemudian memberitahu Dokter Shim bahwa ia dipanggil Dokter Park Min Gook.

Di depan ruang operasi, para dokter dan perawat yang sudah siap berkumpul. Namun Woo Jin dan Eun Jae belum juga datang. Kim Sabu kemudian mempertimbangkan apa yang harus dilakukan. Tiba-tiba Park Min Gook datang, ia mengatakan bahwa Dokter Shim akan membantu mereka untuk melakukan anestesi. 

(Sumber: SBS)

Sebelumnya, Dokter Park berbicara dengan Presdir Yeo. Ia mengungkapkan tak tertarik dengan RS Doldam, namun tertarik dengan Kim Sabu. Ia mengatakan akhirnya ada yang bisa ia lawan.

Di depan Kim Sabu, ia akhirnya mengatakan bersedia untuk mengambil risiko. Kim Sabu menyuruhnya untuk pergi saja dari sana, ia bilang tawaran dari Do Yoon Wan itu omong kosong saja. Namun Dokter Park malah tertantang mendengarnya.

Mengambil ponsel, Dokter Park menelpon Ketua Yayasan Do Yoon Wan. Ia mengatakan bahwa bersedia untuk menjadi Presdir di Rumah Sakit Doldam. Mendengar hal itu, Kim Sabu dan pekerja lainnya tampak terkejut. 

(Sumber: SBS)

Setelah berlari, dengan terengah-engah Eun Jae akhirnya sampai di ruang operasi. Tak lama kemudian Woo Jin juga datang di ruang operasi. Ia mengatakan bahwa berada di sana bukan ingin mengobati tapi karena tidak melakukan hal yang ia bisa bertentangan dengan konsep dokter. Kim Sabu lalu memberikan panduan untuk menangani pasien dan memintanya agar tak membiarkan pasien itu meninggal.

Di ruang operasi, Dokter Bae mengatakan bahwa ia akhirnya ingat tentang Eun Jae. Ia juga menyebut pernah meminum obat yang diminum Eun Jae. 

Operasi dua orang pasien akhirnya dilakukan secara bersamaan. Melihat tubuh pasien yang dibedah, Eun Jae kembali teringat soal muntah tapi ia berhasil menahannya. Kim Sabu menanyakan kondisinya, Eun Jae menyebutkan ia dalam keadaan normal.

(Sumber: SBS)

Sementara di ruangan pasien, para orang Rusia yang mengalami kecelakaan terlihat beristirahat. Ada yang memainkan alat musiknya dan ada yang memilih menari. Pekerja dan pasien lainnya menjadi penonton penampilan mereka.

Telepon rumah sakit tiba-tiba berdering. Kim Sabu yang sedang sibuk di ruangan operasi mendapatkan kabar dari ruang UGD bahwa pasien penembakan akan segera datang. Jika ada penembakan maka harus segera melakukan operasi, padahal ruang operasi baru saja dipakai semua.

Kim Sabu kemudian memutuskan untuk mengakhiri operasi untuk pasien patah tulang. Keadaannya sendiri sudah cukup baik dan tak ada kebocoran. Mereka memerlukan ruang operasi segera karena ada pasien penembakan. Pasien patah tulang dipindahkan ke ICU dan akan dilakukan jadwal ulang untuk operasi selanjutnya.

(Sumber: SBS)

Di luar ruang operasi, Eun Jae menelpon ibunya sambil menangis. Ia mengatakan bahwa ia sedang bahagia karena operasinya lancar dan semua memujinya. Eun Jae tampak terharu karena ia bisa melalui operasi tanpa muntah seperti biasanya.

Di ruang operasi lain, Woo Jin menangani pasien bunuh diri itu dengan baik. Operasi berjalan dengan lancar namun masih ada yang harus dilakukan. 

(Sumber: SBS)

Sementara itu, Presdir Yeo memilih untuk segera pergi dari Doldam. Ia sebenarnya ingin berpamitan namun akan berat jika melakukannya. Sebelum pergi ia berpapasan dengan Park Min Gook. Ia mengingatkan bahwa hari itu adalah hari Jumat, yang biasanya sangat sibuk di RS Doldam.

Di luar rumah sakit, mobil polisi dan ambulans berdatangan. Keadaan kacau karena para preman ikut pergi ke rumah sakit. Mereka bahkan masuk ke dalam rumah sakit mengantarkan pimpinan mereka yang tertembak. Park Min Gook tampak kaget melihat kekacauan di rumah sakit itu.