Singapura Resesi, Ini Dampaknya terhadap Properti Indonesia?

Bisnis.com Dipublikasikan 09.58, 16/07 • Yanita Petriella
The Nove di Batam/Istimewa
Investor asal Singapura merupakan yang terbanyak dan terbesar dalam hal penanaman modal di Batam.

Bisnis.com, JAKARTA — Singapura tengah dilanda resesi setelah perekonomiannya mengalami pertumbuhan negatif selama dua kuartal terakhir.

Pada kuartal I/2020, perekonomian Singapura juga telah mengalami kontraksi hingga 2,2 persen secara tahunan.

Lalu pada kuartal kedua tahun ini, perekonomian Singapura terperosok dan mengalami kontraksi hingga 41,2 persen sehingga secara tahunan ekonomi Singapura mengalami kontraksi hingga 12 persen.

Ketua DPD Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Khusus Batam Achyar Arfan mengatakan bahwa investor asal Singapura merupakan yang terbanyak dan terbesar di Batam.

"Turunnya, kegiatan industri asal Singapura tentunya berdampak negatif kepada perekonomian Batam termasuk properti," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/7/2020).

Dia mengungkapkan bahwa penjualan unit baru semester I/2020 diperkirakan anjlok 70 persen hingga 80 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Unit yang sudah terjual dengan cara cicilan bertahap atau pun yang masih cicil uang muka juga terdampak negatif," katanya.

Para pengembang berinisiatif mengembangkan berbagai cara pembayaran yang lunak disesuaikan dengan daya beli masyarakat Batam untuk menarik minat pembelian properti. Hal itu dilakukan dengan cicilan jangka panjang yang langsung kepada pihak developer.

Namun, kata Achyar, saat ini masih ada pembelian property, sebagian karena kebutuhan dan sebagian lagi untuk investasi.

"Sebelum tahun 2020, cicilan 3 tahun hingga 5 tahun, sekarang bisa sampai 7 tahun hingga 8 tahun di beberapa proyek tertentu," tuturnya.

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida berpendapat bahwa terjadinya resesi ekonomi Singapura juga memiliki dampak pada penjualan properti nasional di Indonesia.

"Dampaknya ke properti di Indonesia turun 6 persen hingga 10 persen akibat terjadinya resesi di Singapura akibat dari pandemi Covid-19, tetapi yang harus berhati-hati Indonesia juga perekonomiannya seperti apa karena Covid ini, karena sektor properti turun sangat tajam," ucapnya.

Artikel Asli