Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Simak tips membeli produk asuransi saving plan yang aman menurut AAJI

Kontan.co.id Dipublikasikan 05.57, 23/01/2020 • Ferrika Sari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk saving plan menjadi pembicaraan hangat pasca kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya. Untuk mengantisipasi kasus serupa, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memberikan beberapa tips dalam membeli produksaving plan yang aman dan tepat.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, ada tiga tips memilih produk saving plan yang tepat bagi masyarakat. 

Pertama, pilih asuransi pada perusahaan asuransi yang resmi terdaftar dan diawasi oleh otoritas atau regulator di Indonesia.

Kedua, kenali perusahaan asuransi yang akan dipilih melalui kinerja perusahaan asuransi yang dapat dilihat pada laporan kinerja keuangan yang bisa diakses secara luas,” kata Togar, dalam keterangan pers, Kamis (23/1).

*Baca Juga: OJK: Indikasi permasalahan Jiwasraya mulai terlihat sejak audit laporan keuangan 2017 *

Ketiga, pahami produk yang akan dipilih, pastikan sesuai kebutuhan. Menurut Togar, apabila produk asuransi tersebut menawarkan imbal hasil investasi yang tinggi, maka risiko yang ditanggung juga tinggi.

Sebenarnya, industri asuransi jiwa sudah lama mengenalkan produksaving plan di Indonesia sejak pertengahan tahun 90-an. Produk serupa juga ditemukan di banyak negara lain.

Produksaving plan merupakan salah satu alternatif pilihan dari produk-produk asuransi jiwa seperti asuransi perlindungan kecelakaan (personal accident), asuransi jiwa berjangka (term life), asuransi jiwa seumur hidup (whole life), asuransi dwiguna (endowment), asuransi kesehatan (health insurance), asuransi penyakit kritis (critical illness), dan unitlink yang tersedia bagi masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya.

Togar mengatakan, produk ini memberikan manfaat dalam memberikan perlindungan terhadap risiko jiwa sekaligus memberikan tambahan manfaat investasi saat akhir kontrak asuransi atau apabila terdapat penghentian pertanggungan. 

*Baca Juga: Kejagung endus keterlibatan oknum OJK periode terdahulu dalam kasus Jiwasraya *

Meski demikian, produk asuransi sebagai sesuatu yang penting dimiliki masyarakat sebagai proteksi atas risiko di kemudian hari serta bagian dari perencanaan keuangan masa depan.

“Apakah ada nilai investasi dari premi yang dibayarkan atau murni proteksi, itu semua diserahkan kepada masyarakat untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Artikel Asli