Siapa Hadi Pranoto yang Mengklaim Temukan Obat COVID-19?

kumparan Dipublikasikan 03.03, 03/08/2020 • kumparanNEWS
Salah satu anggota keluarga Surya Atmaja, Hadi Pranoto. Foto: kumparan

Nama Hadi Pranoto tengah menjadi perbincangan karena mengklaim telah menemukan obat COVID-19. Namun tak sedikit pakar dan publik yang meragukan klaimnya itu.

Semua bermula dari video wawancaranya bersama musisi bernama Erdian Aji Prihartanto alias Anji berjudul 'BISA KEMBALI NORMAL? OBAT COVID 19 SUDAH DITEMUKAN!!'. Namun video ini sudah di-take down oleh Youtube.

Hadi sangat responsif ketika ditanya perihal racikan obat yang disebut bisa menyembuhkan COVID-19 hanya dalam 2-3 hari. Ia menjelaskan dengan cukup detail.

"Bahan-bahannya tumbuh-tumbuhan kemudian ada beberapa gula aren, senyawa sirsak, senyawa buah manggis, buah apa namanya, kelapa, dan ada beberapa," ucap Hadi Pranoto seperti dikutip pada Minggu (2/8).

Untuk prosesnya, lanjut Hadi, semua bahan tersebut digabungkan lalu diambil senyawanya kemudian dijadikan obat herbal.

"Kalau prosesnya tidak mungkin saya jelaskan mendetail karena enggak mungkin dapur saya buka habis-habisan," ujarnya.

Hadi juga tak merinci lokasi pembuatan obat herbal tersebut. Ia hanya menyebut di Indonesia saja.

Siapa Hadi Pranoto?

Tak banyak informasi yang didapat Kumparan, ketika mencari tahu seperti apa latar belakang pendidikan Hadi Pranoto. Bahkan Anji sendiri dalamcaption video tersebut mengakui bukan perkara mudah mencari data tentang Hadi Pranoto.

"Nama Prof. Hadi Pranoto sulit sekali dicari di internet. Ada tapi sedikit sekali. Padahal sejak bulan Mei beliau sudah menemukan Antibodi Covid-19 ini," begitu yang tertulis.

Dari hasil penelusuran, pertama yang didapat adalah ternyata ia merupakan keluarga Surya Atmaja atau yang dikenal Abah Surya di Bogor.

Abah Surya merupakan salah satu tokoh masyarakat di Bogor yang pernah mengundang raja dangdut Rhoma Irama untuk hadir dalam acara syukuran sunatan salah satu anaknya.

"Beliau (Abah Surya) orang tua asuh saya," kata Hadi.

Meski begitu, Hadi mengaku saat ini sudah tidak tinggal satu rumah dengan Abah Surya di Bogor. Kini, ia menetap di Jakarta.

Mendapat gelar profesor dari mana, penelitiannya apa saja, masih misterius. Kumparan juga tak menemukan jurnal ilmiah karya Hadi Pranoto.

Namun, dilansir Antara pada bulan Mei 2020, Hadi lewat rilis pernah menceritakan penemuan obatnya. Obat herbal anticorona COVID-19 yang diperkenalkan Hadi juga pernah disebut-sebut Dr Suradi, seorang perwira tinggi TNI AL, ampuh bagi penderita yang terinfeksi virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

"Kita sudah uji baik ke beberapa pasien positif maupun yang bergejala COVID-19 atau ODP, semuanya berhasil dan sembuh," kata Hadi- yang disebut sebagai salah satu anggota Tim Riset Herbal COVID-19.

Kumparan pun bertanya ke Hadi langsung soal latar belakang pendidikannya. Namun ia tak ingin menyebutkan institusi.

Apakah dia dosen? Di pangkalan data Kemendikbud tidak ada nama yang persis merujuk ke dia.

dr.Muhammad Saifuddin Hakim,MSc, PhD, dosen FK UGM, juga mempertanyakan Hadi Pranoto yang mengaku sebagai ahli mikrobiologi.

"Klaim yg fantastis … Bahkan beliau mengklaim meneliti virus sejak tahun 2000 (sejak 20 tahun yg lalu), juga meneliti virus influenza (H5N1), SARS-CoV, dan MERS-CoV.

Kami lacak ke Google Scholar, Scopus, hasilnya NIHIL. Memang ada nama Hadi Pranoto, tapi bukan Hadi Pranoto yg muncul dalam video ini.

Hasil pelacakan ke database dosen memang ada nama Hadi Pranoto juga, tapi profilnya berbeda dengan orang yang tiba2 muncul dalam video ini," tulis Saifuddin di akun Facebook-nya.

Salah satu anggota keluarga Surya Atmaja, Hadi Pranoto. Foto: kumparan

Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto ketika ditanya soal sosok Hadi, juga mengaku tak tahu. Bahkan ia menyebut, ketika mencari di Google, tak mendapatkan informasi perihal latar belakang Hadi.

Ahli biologi molekuler independen, Ahmad Utomo, pun mempertanyakan hasil riset Hadi Pranoto itu.

Sebab, menurutnya, jika benar Hadi menemukan obat corona, itu adalah hal yang luar biasa. Namun, sejauh ini Ahmad belum menemukan literatur terkait riset yang dilakukan Hadi.

”Semalaman kemarin saya mencari, kok enggak ketemu-ketemu juga, ya, literaturnya dari yang dia klaim. Karena ruhnya ilmuwan itu 'kan tulisan. Tulisan yang bisa kita kaji bersama,” kata Ahmad.

Namun, jika merujuk pada pemberitaan tentang Suradi yang merupakan satu tim dengan Hadi Pranoto, Suradi menyatakan produknya terdaftar di BPOM dengan nomor TR203636031. TR adalah kode untuk obat tradisional dari dalam negeri.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Imbauan Satgas COVID-19 soal Klaim Hadi Pranoto

Jubir Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengimbau masyarakat agar jangan cepat percaya pada pemberitaan yang beredar.

"Mengenai siapa Saudara Hadi Pranoto, silakan ditelusuri apakah yang bersangkutan adalah seorang profesor atau peneliti (dari institusi perguruan tinggi/riset mana) seperti yang sedang beredar saat ini," kata Wiku.

Tak hanya itu, Wiku juga meminta agar publik figur dan tokoh masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap sumber berita atau referensi sebelum menyebarkannya kepada publik.

"Untuk figur publik dan tokoh masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap sumber berita atau referensi sebelum menyebarkan pada publik. Silakan check dan recheck pada sumber yang benar dan ahlinya," tegas Wiku.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito. Foto: BNPB
Artikel Asli