Siap-Siap, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 5 Dibuka Sabtu Siang Ini

Liputan6.com Diupdate 01.30, 15/08 • Dipublikasikan 01.30, 15/08 • Maulandy Rizky Bayu Kencana
Kartu Prakerja
CfDS Fisipol UGM melakukan riset tentang Kartu Prakerja

Liputan6.com, Jakarta - Pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 5 akan dibuka hari ini, Sabtu 15 Agustus 2020. Pendaftaran gelombang kelima ini dibuka setelah pendaftaran gelombang 4 ditutup pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Mantan Direktur Kemitraan dan Komunikasi PMO Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, pendaftar yang gagal di gelombang keempat masih berkesempatan untuk mencoba di gelombang V.

"Gelombang 5 akan dibuka pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB. Mereka yang belum menjadi penerima Kartu Prakerja dapat mendaftar di Gelombang 5," kata Panji, seperti ditulis Sabtu (15/8/2020).

Pada gelombang kelima ini, Kartu Prakerja akan membuka kuota penerima manfaat sebanyak 800 ribu orang. Jumlah tersebut sama seperti kuota di gelombang 4.

Sebagai catatan, jumlah pendaftar pada gelombang 4 yang ditutup Rabu (12/8/2020) pukul 24.00 WIB membludak melebihi kuota hingga 1,2 juta orang.

Adapun pemberitahuan peserta yang diterima dari gelombang 4 ini akan diumumkan melalui SMS pada Minggu, 16 Agustus 2020 besok.

Peserta yang lolos bakal menerima bantuan dengan total nilai Rp 3,55 juta. Itu terdiri dari Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, dan Rp 2,4 juta sebagai bantuan insentif yang diberikan setiap bulan senilai Rp 600 ribu selama 4 bulan.

Peserta juga akan mendapatkan insentif dari pengisian tiga survei. Jumlahnya yakni senilai Rp 50 ribu per survei.

Nominal bantuan tersebut mungkin jadi alasan membludaknya jumlah pendaftaran di program Kartu Prakerja. Namun, calon pendaftar yang masih gagal tak perlu khawatir, sebab Komite Cipta Kerja berjanji akan menambah kuota pendaftaran untuk gelombang 4 dan seterusnya.

"Para pendaftar/calon peserta tidak perlu khawatir, karena batch 4 dan seterusnya kita akan buka dengan kuota yang lebih besar," ujar Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahuddin kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Rudy menyatakan, pihaknya akan menggunakan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk menjaring peserta pada gelombang-gelombang selanjutnya. Berdasarkan data milik Kemnaker, saat ini tercatat ada sebanyak 2,1 juta korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Terdapat 2,1 juta yang saat ini sudah ada di tangan Kemnaker. Data ini akan kita prioritaskan dalam batch-batch ke depan," ungkapnya.

Menurut Rudy, penerimaan peserta program Kartu Prakerja secara umum hanya memiliki porsi 20 persen pada setiap gelombang. Sementara 80 persen akan diutamakan untuk 2,1 juta korban PHK.

"Prioritasnya, setiap batch 80 persen akan diisi dari data-data yang memang betul-betul dari data Kemnaker. 80 persen dari jumlah kuota tiap minggunya diprioritaskan yang terdampak (aksi PHK)," ujar Rudy.

Ingin Lolos Daftar Kartu Prakerja? Simak Tips dari Direktur BNI

Cara Mudah Daftar Kartu Prakerja dan Fasilitas yang Didapat. (Sumber: Situs Resmi Kartu Prakerja)

Program Kartu Prakerja kembali dibuka pemerintah. Pada gelombang keempat ini, pemerintah membuka kuota pendaftaran sebanyak 800 ribu peserta.

Bagi mereka nanti yang lolos, Direktur Bank Negara Indonesia (BNI) Sis Apik memberikan tips agar peserta bisa memaksimalkan program ini.

Capai Rp 6,41 T Pertama, calon peserta kartu prakerja harus sudah menentukan pilihan jenis pelatihan yang akan diambil. Sebab 11 platform pelatihan menyediakan berbagai jenis pelatihan.

"Pilihannya kan ada dua, pelatihan berbasis profesi atau wirausaha," kata Sis dalam siaran langsung di akun instagram @bni46, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Berbagai platform pelatihan ini menyediakan ragam jenis pelatihan. Pelatihan berbasis profesi memberikan berbagai jenis modul untuk menambah keahlian peserta. Misalnya pelatihan menjadi sekretaris perusahaan, kemampuan berbahasa asing, menjadi tenaga akuntan dan sebagainya.

Sementara itu pelatihan berbasis wirausaha juga memiliki banyak ragam jenisnya. Mulai dari usaha makanan, minuman sampai dengan produk barang dan jasa.

"Jadi peserta harus bisa membaca profesi yang bisa dilakoninya nanti," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Asli