Si Kecil Suka Berontak? Mungkin Kamu Tak Sadar Lakukan 5 Kesalahan Ini

Popmama.com Dipublikasikan 03.30, 23/10/2019 • Bella Lesmana
kidsinthehouse.com

Marah terhadap anak yang suka membertontak sama seperti menuang bensin ke api. Semakin Mama marah, malah membuat mereka melakukan hal-hal yang di luar prediksi.

Padahal setiap anak memiliki kecenderungan yang berbeda dalam mengungkapkan keinginan pada dirinya.

Nah, sebagian anak balita akan mengalami perkembangan emosional yang relatif belum sempurna.

Oleh sebab itu mereka akan cenderung sensitif dan suka memberontak ketika menghadapi suatu masalah.

Tak jarang, hal ini menjadi beban tersendiri bagi orangtua yang mengharapkan sang buah hatinya menjadi penurut dan tidak berulah.

Berikut ada 5 kesalahan orangtua yang tidak disadari dan membuat anak balita sering berontak.

Yuk, cek informasinya yang sudah dirangkum oleh Popmama.com :

1. Suka menyalahkan dan kurang menghargai anak

momsmagazine.com

Salah satu kewajiban anak adalah menghargai dan menghormati orangtuanya. Namun anak juga memiliki hak untuk dihargai, inilah yang sering kali terabaikan.

Orangtua kerap menyalahkan dan tidak menghargai sang anak, bahkan sering berteriak kepadanya. Padahal mereka juga memiliki perasaan dan ingin diperlakukan layaknya seorang manusia. 

Bersikap kasar pada anak hanya akan membuatnya justru menjauh dari orangtua, maka tak heran jika ia suka memberontak dan menimbulkan perselisihan.

Apabila Mama menghargai diri anak, ia pun akan belajar menghargai dirinya dan mampu menumbuhkan kesadaran untuk melakukan hal-hal yang baik.

Jadi berusahalah menghargai dan menjaga perasaan anak dengan bersikap secara halus.

2. Meniru apa saja yang anak lihat dari orangtuanya lakukan

verywellfamily.com

Pemberontakan yang dilakukan anak balita memang berbeda-beda penanganannya. Tapi di balik itu, pasti ada alasan kenapa ia suka memberontak.

Ketidakpatuhan yang dilakukan anak usia dini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti konflik mental, gangguan tidur hingga lingkungan di dalam rumah.

Ya, anak adalah seorang peniru sejati. Mereka akan meniru apa saja yang dilihat dan didengar dari orangtuanya.

Jika Mama mengharapkan memiliki anak yang patuh, maka berikanlah mereka teladan dan bentuklah sikap yang positif pada anak sejak mereka masih kecil.

Hal-hal yang baik akan mereka serap untuk membentuk karakter dan perilakunya.

3. Pola asuh otoriter dan menuntut anak dengan rendah respons

nydailynews.com

Ketika si Kecil mulai memberontak dan mengabaikan perkataan Mama, hal ini bisa menjadi suatu persilihan.

Pada kondisi ini sering terjadi pada anak yang dibesarkan di lingkungan otoritatif.

Pola asuh otoriter adalah gaya pengasuhan yang cenderung menuntut anak tapi rendah respons penghargaan.

Orangtua yang otoriter juga bersikap dingin saat menyikapi kebutuhan emosional anak, namun di satu sisi menetapkan standar yang tinggi.

Seolah anak tidak pernah bisa menyuarakan keinginan atau pendapatnya, sehingga membuat mereka merasa tertekan dan berontak dari segala aturan yang dibuat oleh orangtua.

Sebaiknya berusaha untuk tidak menjadi orangtua yang demikian dan bangunlah selalu komunikasi dua arah dengan sang buah hati.

4. Terlalu mengekang membuat anak berontak dan tidak terbuka

ahaparenting.com

Cara anak menghilangkan kebosanan di dalam sebuah rutinitas dan aturan yang terlalu ketat akan membuat ia menjadi pemberontak.

Padahal pada usianya yang masih terlalu dini tidak seharusnya dikekang oleh banyaknya aturan ini itu.

Apalagi seorang anak balita memiliki jiwa eksplorasi atau rasa keingintahuan yang tinggi, terutama di lingkungan sekitarnya.

Orangtua yang terlalu mengekang anak, justru akan membuatnya berontak dan berbuat sesuatu di luar prediksi.

Bahkan mereka tidak terbuka pada orangtuanya tentang hal-hal yang membuat mereka cemas atau gelisah.

5. Tidak memberikan perhatian dan memenuhi keinginan anak

Freepik/Jcomp

Banyak orangtua yang tidak menyadari kesalahannya. Terkadang orangtua tidak mengerti keinginan anak dan malah terbawa emosi hingga melampiaskan kemarahan kepadanya.

Ada dampak buruk yang terjadi ketika orangtua tidak memberikan perhatian dan kasih sayang pada sang anak.

Di mana anak terus mencari perhatian dan menunjukkan sisi kerasnya dengan sikap berontak.

Sementara pemberontakan menitikberatkan identitas diri dari perasaan anak tentang hal apa yang ia inginkan.

Itulah 5 penyebab anak sering memberontak. Setelah mengetahuinya, maka cobalah untuk menghadapi anak dengan kesabaran dan pengertian.

Artikel Asli