Shandy Aulia Tampik Tuduhan Putrinya Mungil karena Kurang Gizi

Kompas.com Dipublikasikan 04.54, 13/07/2020 • Dian Reinis Kumampung
KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI
Artis peran Shandy Aulia saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).

KOMPAS.com— Artis peran Shandy Aulia memutuskan untuk memberikan MPASI (makanan pendamping ASI) untuk putrinya Claire Herbowo di usianya yang baru berusia 4 bulan.
Menurut pemain film Cinta Itu Buta ini, ia sudah berkonsultasi dengan dokter untuk memberikan MPASI pada putrinya yang pada 12 Juli genap berusia 4 bulan ini.
Hal itu diungkapkan Shandy pada unggahannya di akun Instagram miliknya.
“Sebelum saya memberikan MPASI saat usia Claire belum 6 bulan tentunya bukan keputusan iseng ataupun tanpa dasar konsultasi pada Dokter yang sudah berpengalaman, tidak hanya pengalaman pada teori saja tapi juga jangka jam terbang dokter yang sudah bisa saya percayakan,” tulis Shandy.
Shandy menambahkan, pemberian MPASI putrinya di usia ini bukan karena bayinya yang kekurangan gizi atau pun stunting. Ia mengatakan bahwa kondisi putrinya saat ini sehat dan baik-baik saja.
Wanita berusia 33 tahun itu menyayangkan penilaian beberapa ibu di Indonesia yang menganggap bahwa bayi yang sehat haruslah yang montok dan cenderung gemuk.
“HARUS MONTOK harus seperti Roti sobek dan pipi yang cubby baru bisa ada rasa nyaman dan tenang pada si ibu dan bayi silakan saja. tapi untuk Claire saya nyaman dan tenang dengan berat anak saya sekarang ini karena cara pandang saya BAYI SEHAT tidak harus dengan tampak BOBOT yang MONTOK dan GENDUT,” lanjut Shandy.

Baca juga: Bahagianya Shandy Aulia Rayakan Ulang Tahun Pertama sebagai Ibu

Shandy juga turut menjelaskan bagaimana definisi anak kekurangan gizi. Dalam unggahan ini, ia juga menyangkal anggapan beberapa orang bahwa putrinya kekurangan gizi.

Ia juga menyebutkan apa saja ciri bayi kurang gizi.
“Pertumbuhan bayi tidak berjalan seperti yang seharusnya, berat badan bayi tidak bertambah.
Bayi mengalami perubahan perilaku, seperti merasa gelisah dan sering rewel. Mudah merasa lelah dan tidak aktif karena persediaan energi kurang optimal ketimbang bayi seusianya.
Dan untuk @missclaireherbowo tidak ada satupun ciri-ciri bayi kurang gizi,” tulis Shandy.
Badan Claire yang mungil kerap disebut terlalu kurus oleh beberapa warganet. Terkait hal itu, Shandy kembali menjelaskan.
“Claire lebih mungil dan tidak MONTOK seperti bayi Ibu-ibu pada umum lainnya bukan berarti anak saya KURANG GIZI. Kalau ada pemikiran BAYI di nilai harus MONTOK baru terlihat bergizi silakan saja, semua memiliki cara PANDANG berbeda-beda,” lanjutnya.

Baca juga: Shandy Aulia Bicara soal Anak hingga Pernikahannya dengan David Herbowo

Benarkan bayi semakin gemuk berarti sehat?
Pertanyaan yang kerap diajukan pada orangtua baru adalah berapa berat bayi yang tergolong normal dan bagaimana penambahan berat badannya setiap bulan.
“Berlawanan dengan kepercayaan umum, ukuran (berat badan) rupanya tidak menentukan kesehatan bayi,” kata Dr Suzanna Sulaiman, kepala dan konsultan senior di Departemen Obstetri dan Ginekologi di KK Women's and Children's Hospital (KKH) seperti dikutip dari laman Youngparents.
Faktanya, bayi baru lahir dengan berat lebih dari 3,8 kg menghadapi lebih banyak komplikasi daripada bayi berukuran normal, kata asisten profesor Victor Samuel Rajadurai, konsultan senior di Departemen Neonatologi KKH.
Ini termasuk cidera saat lahir, gula darah rendah, kadar kalsium rendah dan penyakit kuning.
Baca juga: 9 Mitos Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir dan Faktanya

Penulis: Dian Reinis KumampungEditor: Lusia Kus Anna

Artikel Asli