Sertijab Menteri Perdagangan dilakukan tertutup

antaranews.com Diupdate 08.32, 23/10/2019 • Dipublikasikan 08.32, 23/10/2019 • Mentari Dwi Gayati
Sertijab Menteri Perdagangan dilakukan tertutup
Serah terima jabatan Enggartiasto Lukita (kiri) kepada Menteri Perdagangan baru, Agus Suparmanto, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu. (Mentari Dwi Gayati).

Serah terima jabatan (sertijab) dari Enggartiasto Lukita kepada Menteri Perdagangan baru, Agus Suparmanto, dilakukan secara tertutup di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu.

Dalam sertijab ini, Enggartiasto Lukita resmi menyerahkan jabatan Menteri Perdagangan usai menyerahkan dokumen jabatan kepada Agus Suparmanto. Sertijab dilaksanakan pukul 14.00 WIB.

Namun demikian, awak media hanya diperbolehkan mengambil foto dan tidak diperkenankan untuk meliput, di mana pada acara tersebut Mendag baru memberikan sambutan awal kepada sejumlahaparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kementerian Perdagangan.

Tidak lama kemudian, awak media diperbolehkan untuk memasuki ruangan Auditorium kembali untuk memberi selamat kepada Menteri Perdagangan dan Mantan Menteri Perdagangan, didampingi oleh istri masing-masing.

"Berita-beritanya harus memajukan Kementerian Perdagangan ya," kata Agus seraya menyalami para wartawan sambil bersalaman.

Sementara itu, Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tidak hentinya memberi senyum dan mengucapkan terima kasih kepada para wartawan. Setelah acara sertijab usai, tidak ada pernyataan tambahan dari Menteri Perdagangan Agus Suparmanto kepada media.

Dari pantauan, seluruh pejabat eselon I dan II serta ASN Kementerian Perdagangan turut menghadiri acara sertijab tersebut. Bahkan, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani tampak hadir memberi dukungan.

"Sering bertemu, istri beliau itu kebetulan sepupu saya," kata Rosan.

Rosan, mewakili kalangan dunia usaha, menyatakan akan memberi masukan-masukan kepada Kementerian Perdagangan, terutama dalam upayanya meningkatkan kinerja ekspor di tengah perlambatan ekonomi global saat ini.

Artikel Asli