Serba-serbi Heat Stroke, dari Penyebab, Gejala hingga Penanganan

Kompas.com Dipublikasikan 01.11, 23/10/2019 • Hana Nushratu
SHUTTERSTOCK
Seorang perempuan menggunakan tangannya untuk menahan sinar matahari agar tidak kepanasan di siang hari yang terik

KOMPAS.com - Tinggal di negara yang beriklim tropis, siang yang terik sudah menjadi makanan sehari-hari bagi warga Indonesia. Namun, Anda tetap harus berhati-hati. Cuaca yang terlalu panas bisa menyebabkan heat stroke atau sengatan panas.

Dilansir dari Mayoclinic, heat stroke disebabkan oleh tubuh yang yang mencapai suhu 40 derajat celcius. Biasanya, heat stroke diakibatkan oleh paparan atau aktivitas yang terlalu lama di pada suhu udara tinggi.

Cedera ini adalah keadaan darurat medis yang jika tidak ditangani secara cepat, akan merusak organ-organ vital tubuh seperti otak, jantung, ginjal, dan otot. Kemudian jika kondisi ini terlambat untuk ditangani, akan berpengaruh pada penyakit komplikasi hingga kematian.

Kondisi ini seringkali terjadi pada bayi, anak-anak, wanita hamil, dan lansia dikarenakan suhu tubuh inti yang cenderung lebih labil.

Baca juga: Pelaksanaan Haji Saat Musim Panas, Ikuti Tips Mencegah Heat Stroke

Pemicu

Heat stroke dipicu oleh dua penyebab:

• Paparan yang berkepanjangan pada suhu tinggi. Heat stroke yang diakibatkan oleh pemicu ini disebut dengan heat stroke exertional (klasik). Biasanya, suhu tubuh inti turut meningkat seiring dengan suhu lingkungan yang panas.

• Aktivitas berat. Heat stroke juga terjadi akibat aktivitas fisik yang intens pada cuaca panas.

Pemicu lain dari heat stroke adalah:

• Menggunakan pakaian tebal dan tidak menyerap keringat.

• Mengonsumsi alkohol.

• Dehidrasi.

Faktor risiko

• Usia.

• Latihan di cuaca panas (latihan militer atau olahraga).

• Tidak terbiasa dengan kondisi panas.

• Kurangnya penggunaan AC.

• Konsumsi obat-obatan.

• Kondisi kesehatan seseorang.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Plastik Panas dan Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker?

Gejala

• Suhu tubuh yang tinggi (mencapai 40 derajat celcius atau lebih).

• Kondisi atau perilaku mental yang berubah seperti halusinasi, kebingungan, dan koma.

• Perubahan pada keringat. Pada heat stroke yang disebabkan oleh cuaca panas, kulit Anda akan terasa panas dan kering saat disentuh. Namun, jika heat stroke disebabkan oleh olahraga berat, kulit Anda mungkin terasa kering atau sedikit lembab.

• Mual dan muntah.

• Kulit memerah.

• Napas cepat.

• Detak jantung berdebar lebih cepat.

• Sakit kepala

Penanganan

Heat stroke harus ditangani secepat dan setepat mungkin. Hubungi kontak darurat 112 atau ambulans jika Anda atau orang terdekat mengalami heat stroke. Saat sedang menunggu, lakukan penanganan darurat berikut ini:

• Bawa korban ke dalam ruangan atau tempat yang bersuhu lebih rendah.

• Lepas pakaian tebal pada korban seperti jaket atau baju yang berlapis.

• Dinginkan tubuh korban. Anda dapat mengompres tubuh korban dengan handuk dingin, membawa korban ke bak berisi air dingin, atau menyemprot tubuh korban menggunakan air dingin.

Tujuan utama dari penanganan heat stroke adalah untuk mencapai suhu inti di bawah 39 derajat celcius. Kerangka waktu yang ideal untuk mencapai suhu ini adalah dalam 60 menit pertama.

Baca juga: Minum Air Dingin Saat Cuaca Panas Ternyata Baik, Tapi …

Pencegahan

Heat stroke dapat dicegah dan diprediksi. Berikut pencegahan heat stroke ketika cuaca panas:

• Gunakan pakaian tipis, longgar, dan nyaman.

• Gunakan tabir surya minimal SPF 15.

• Minum air putih lebih banyak.

• Antisipasi ekstra pada konsumsi obat-obatan tertentu seperti diuretik, obat penenang, dan stimulan yang dapat meningkatkan risiko.

• Jangan tinggalkan buah hati atau peliharaan di dalam mobil yang terparkir.

• Lakukan latihan fisik di pagi atau sore hari untuk menghindari suhu panas.

• Hentikan aktivitas jika Anda mengalami kram otot atau kelelahan.

• Pelan-pelan biasakan diri Anda di suhu panas. Batasi waktu yang dihabiskan untuk berolahraga atau bekerja pada suhu tinggi hingga Anda terbiasa. Jika Anda belum terbiasa akan rentan terkena heat stroke.

Penulis: Hana NushratuEditor: Shierine Wangsa Wibawa

Artikel Asli