Seperti Aktor Muda Cameron Boyce, Epilepsi Bisa Menjadi Penyebab Kematian

Suara.com Dipublikasikan 04.35, 14/11/2019 • Yasinta Rahmawati
Cameron boyce (Instagram/cameron boyce)
Cameron boyce (Instagram/cameron boyce)

Suara.com - Epilepsi, gangguan otak kronis yang dapat menyebabkan kejang dan masalah kesehatan lainnya dianggap tidak begitu berbahaya bagi penderitanya.

Sebab, umumnya penderita masih memiliki kehidupan produktif. Gangguan ini juga memiliki risiko kematian yang kecil, baik dari komplikasi kejang atau fenomena kematian mendadak dan tak terduga akibat epilepsi, Sudden Unexpected Death in Epilepsy (SUDEP).

Namun pada kenyataannya, gangguan ini justru dapat berakibat fatal. Seperti yang terjadi pada aktor Disney Channel, Cameron Boyce.

Melansir Insider, Cameron Boyce meninggal di usia yang masih sangat muda, yaitu 20 tahun. Diketahui Boyce meninggal tiba-tiba saat tidur pada 6 Juli silam.

"Malam dia meninggal, kami pergi makan malam bersamanya beberapa jam sebelum kejadian. Bukankah klise untuk mengatakan, 'kau tidak pernah tahu'?" kata ayahnya, Victor Boyce.

Epilepsi merupakan salah satu kondisi otak paling umum. Gangguan kejang dapat disebabkan oleh masalah medis terkait otak, seperti stroke, infeksi otk, dan cedera otak traumatis.

Cameron boyce (Instagram/cameron boyce)

Tingkat keparahan epilepsi dapat bervariasi, tergantung pada pasien. Sekitar dua pertiga orang dapat mengelola penyakit ini, yang artinya pasien tersebut hampir atau sama sekali tidak mengalami kejang hanya dengan pengobatan sendiri, kata Dr. Kathryn Davis, juru bicara American Neurological Association.

Tapi bagi mereka, terutama yang mengidapnya sedari usia muda, penyakit ini dapat mematikan dan menyebabkan gangguan kognitif, tambah Davis.

Bahkan bagi orang dengan epilepsi yang dikelola dengan baik, penting untuk menyadari bahwa kejang dapat menyebabkan komplikasi fatal, seperti cedera dan tenggelam.

Penyakit ini juga datang dengan risiko SUDEP, yang diperkirakan membunuh lebih dari 1 dari 1.000 orang dengan epilepsi setiap tahun, menurut CDC.

Davis mengatakan SUDEP sebanding dengan sindrom kematian bayi mendadak yang tidak dapat diprediksi. Kondisi ini pun paling sering terjadi di malam hari atau saat tidur.

Sayangnya, penderita usia muda berisiko lebih tinggi mengalami SUDEP.

Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mencegah kejang dengan konsultasi pada tenaga profesional untuk menemukan pengobatan yang paling efektif, tidur nyenyak dan menghindari pemicunya seperti alkohol.

Artikel Asli