Seorang Siswi Lompat Bunuh Diri Setelah Dipermalukan Gurunya

Popmama.com Dipublikasikan 09.30, 18/11/2019 • Fajar Perdana
worldofbuzz.com

Sebagai orang dewasa, tentunya kita  pernah menjadi anak-anak juga. Sayangnya, kadang ada orang dewasa yang lupa akan hal itu. Seringkali timbul rasa marah dan tak sabar saat menghadapi perilaku anak-anak, khususnya ketika mereka di usia remaja.

Terkadang yang diperlukan hanyalah kesabaran dan pengertian.

Pada 12 November 2019 lalu telah terjadi sebuah tragedi yang menewaskan Xiao Ru, seorang siswi berusia 12 tahun. Ia melompat di gedung sekolah dasar di Guangdong, China. 

1. Betapa hancur hati sang Papa menemui anaknya setelah melompat dari gedung tinggi

worldofbuzz.com

Segera setelah sang Papa menerima berita duka tentang anaknya, ia bergegas ke sekolahnya. Hari itu yang ia temuka  hanya tubuh anaknya berbaring di tanah, jatuh pingsan.

Dilansir dari Worldofbuzz, hati Papa Xiao Ru hancur ketika dia membayangkan anak gadisnya tersenyum untuk terakhir kalinya ketika dia memanggil namanya. 

Meski Xiao ru dilarikan ke rumah sakit, dia masih kesulitan untuk bertahan karena menderita akibat kesulitan bernapas dan kehilangan banyak darah.

2. Sang Papa melihat rekaman CCTV dan mengetahui kronologi kematian Xiao Ru

worldofbuzz.com

Ketika ayah Xiao Ru melihat rekaman CCTV tentang apa yang terjadi sebelum kematiannya, dia menangis melihat bagaimana dia diperlakukan oleh guru matematika. 

Menurut See Hua Daily, seluruh kejadian ini terjadi saat makan siang, ketika Wang (guru) bersikeras untuk memeriksa pekerjaan rumah Xiao Ru sebelum gadis muda itu memiliki kesempatan untuk makan sama sekali.

Wang melempar pekerjaan rumah Xiao Ru ke tanah, di depan semua anak, dan dia mulai berteriak pada gadis itu karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya. 

Guru Wang kemudian menampar telapak tangan gadis itu beberapa kali dengan penggaris dan terus mengkritik Xiao Ru selama 3-4 menit. Semua teman sekelasnya menyaksikan bagaimana Xiao Ru merasa terhina dan dia menangis. 

Tepat setelah menerima omelan Wang, Xiao Ru berjalan keluar dari ruang kelasnya yang terletak di lantai 4 dan melompat dari gedung.

Merasa jengkel dengan kematian gadis malang itu, sang ayah meminta guru berusia 40 tahun itu untuk memberikan penjelasan tentang seluruh bencana itu. Namun, tidak hanya Wang tidak menunjukkan diri setelah insiden ini, tetapi sekolah juga tidak dapat memberikan informasi yang cukup mengenai sertifikat kualifikasi guru.

Tidak ada yang tahu apa yang dia lalui sebelum lompatan kematiannya, kami berharap dia bisa beristirahat dengan tenang sekarang. 

Sangat menyedihkan melihat anak-anak memilih untuk mengakhiri hidup mereka karena tekanan zaman modern yang membuat orang dewasa mencibir, mengejek mereka dengan pola pikir "Kita mengalami masa lalu yang lebih buruk di zaman kita".

3. Tips agar orangtua bisa mendukung kegiatan belajar anak

worldofbuzz.com

Dengan usia yang masih muda, tentu anak memiliki pandangan berbeda dalam menghadapi masalahnya jika dibandingkan dengan para orangtua yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman.

Kondisi itu jelas menjadi pembeda antara pengalaman dan kondisi emosional anak dengan orangtua.

Anak perlu banyak dibantu dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. Termasuk dalam kehidupan sosial dan kegiatan belajarnya di sekolah.

Berikut Popmama.com berikan tips untuk para orangtua dalam mendukung kegiatan belajar anak.

  • Bantu anak untuk memeriksa pekerjaan rumahnya. Setidaknya orangtua kembali mengingatkan apakah ada tugas rumah yang perlu dikerjakan untuk dinilai esok hari di sekolah.
  • Ajak anak untuk bercerita tentang apa yang ia alami sewaktu di sekolah. Jika ada kejadian buruk yang ia alami, orangtua akan mengetahui lebih awal. Sebagai orang dewasa, Mama dan Papa tentu memiliki saran yang baik untuk anak.
  • Biarkan anak selalu aktif melakukan kegiatannya. Anak memiliki energi yang besar dan mereka perlu mengekspresikan dengan cara yang positif.

Itulah tips untuk orangtua agar bisa mendukung kegiatan belajar anak. Menciptakan suasana hati yang nyaman juga sangat penting bagi anak. 

Baca juga:

  • Indra Bekti Tak Masalah Anaknya Banyak Belajar Lewat YouTube
  • Ini 5 Alasan Mengapa Belajar Bahasa Asing Perlu Dilakukan Sejak Dini
  • Bukan Malas atau Bodoh, Ini 3 Tanda Anak Mengalami Kesulitan Belajar
Artikel Asli