Seorang Pemuda Batal Jadi Santapan Hiu Putih Ganas Usai Berani Lawan Balik dan Tonjok Sang Predator

grid.ID Dipublikasikan 10.51, 13/08 • Silmi Nur Aziza
Ilustrasi - Seorang Pemuda Batal Jadi Santapan Hiu Putih Ganas Usai Berani Lawan Balik dan Tonjok Sang Predator (Unsplash)

Laporan Wartawan Grid.ID, Silmi Nur A

Grid.ID - Phil Mummert mungkin menjadi salah satu pria pemberani dan paling beruntung di dunia.

Pria 28 tahun itu mengatakan bahwa seharusnya ia tidak hidup setelah diserang hiu putih besar.

Namun, pemikirannya yang cepat dan tubuhnya yang gesit memungkinkan Phill Mummert untuk lolos dari serangan makhluk mengerikan itu.

Dilansir dari Daily Star, sang peselancar itu mengungkap bagaimana dia lolos dari serangan hiu dengan mendorong papan selancar ke mulutnya dan meninjunya.

Pria Australia itu berhasil melarikan diri dari rahang hiu putih besar sebesar 4,8 meter setelah terlempar dari papan selancarnya.

Kala itu, Phil Mummert yang tengah berselancar di Bunker bay digigit kakinya oleh seekor hiu ganas dan meninggalkan luka tusuk.

Namun, pria pemberani itu berhasil melarikan diri dan menyelamatkan nyawanya karena pemikirannya yang cepat.

Phil Mummert saat diselamatkan dari serangan hiu. (Daily Star)

Serangan itu terjadi pada 31 Juli, tetapi rincian insiden tersebut muncul secara lengkap di situs selancar Magic Seaweed pada Kamis (13/8/2020).

Pria pemberani itu bertahan dari serangan hiu dengan memasukkan papan selancar ke dalam mulut dan meninjunya.

Luka di kaki Phil Mummert atas serangan hiu. (Daily Star)

"Bagian ekornya masih menempel dengan kaki saya [tali kaki] dan ada di mulutnya. Itu [papan selancar] berada di antara saya dan hiu, jadi saya meraihnya dengan kedua tangan dan mencoba memasukkannya ke dalam mulutnya [hiu]," ujar Phil Mummert.

"Orang-orang lain di dalam air mengatakan saya meninju kepala dan hidungnya juga. Saya ingat hiu berenang di sekitar saya dan saya hanya berusaha untuk tetap menatapnya dan saya mencoba untuk mendorongnya menjauh," terang Phil Mummert merincikan penyerangannya.

"Saya ingat melihat ukuran sirip punggungnya saat dia berenang. Sangat besar, setidaknya setinggi satu meter. Dia masih di sana di sebelah saya ketika orang lain menghampiri saya," kata Phil Mummert.

"Setelah saya menyadari apa yang terjadi, insting pertama saya adalah meletakkan papan itu di mulutnya, karena saya pikir jika dia menggigitnya maka dia tidak akan menggigit saya,” imbuhnya.

Tiga teman yang berada di air pada saat itu bergegas membantunya dan berhasil mengangkat Phil Mummert ke longboard dan membawanya ke darat.

Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di mana mereka menjepit kakinya yang terluka parah dengan 63 kawat jepit.

"Sungguh, aku seharusnya tidak hidup. Atau setidaknya kehilangan satu kaki", katanya kepada majalah itu.

(*)

Artikel Asli