Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Kompas.com Dipublikasikan 12.43, 22/11/2019 • David Oliver Purba
ANTARA/Subbag Humas Polres Magelang
Polisi tunjukkan sejumlah barang bukti dalam kasus penganiayaan gunakan air soft gun.

KOMPAS.com - Kepolisian Resor Magelang, Jawa Tengah, menahan RNN dan AAA, dua pelajar pelaku penganiayaan terhadap Ronald Zainul, warga Dusun Penggaron, Desa Gondowangi, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Korban terluka terkena tembakan peluru airsoft gun.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Bayu Puji Hariyanto mengatakan, penembakan terjadi pada Sabtu (16/11/2019) pukul 13. 20 WIB di Jalan Raya Magelang-Semarang, tepatnya di Pertigaan Secang. 

Rombongan korban yang berjumlah sekitar 15 orang dengan mengendarai 8 sepeda motor berpapasan dengan sekelompok orang yang mengendarai sepeda motor menuju Temanggung.

Kemudian salah satu pengendara yang berboncengan dengan kendaraan benomor polisi AA 2747 AB putar balik untuk mengejar rombongan korban.

Sesampai di Pertigaan Secang, rombongan korban berhenti karena lampu merah. Pelaku yang mengejar dengan menggunakan sepeda motor melewati rombongan dan berteriak, "Aku Smankid, piye?”.

Baca juga: Polisi Tembak Kaki 3 Pembobol Showroom Motor di Pamulang, Seorang Kena Bokong

Kemudian salah satu pelaku yang membonceng menembakkan senjata airsoft gun ke arah rombongan korban sebanyak tiga kali. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah jalan Temanggung.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian leher dan dilarikan ke RSJ Dr Soeroyo Magelang untuk dirawat.

Polisi yang mendapat laporan melakukan penyelidikan, dan pada Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 09.00 WIB menangkap pelaku AAA di rumahnya.

Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui bahwa telah melakukan perbuatan tersebut.

Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Magelang.

Dari penyelidikan, polisi juga menangkap pelaku lainnya, RNN.

Dalam kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Yamaha warna hitam dan satu buah airsoft gun merek Bareta warna hitam yang berisi peluru gotri kaliber 6".

Kedua pelaku diancam Pasal 351 KUHP atau 170 KUHP.

Baca juga: Anak Bupati Majalengka yang Tembak Kontraktor Akhirnya Ditahan

Editor: David Oliver Purba

Artikel Asli