Seorang Berinisial SB Pemilik Uang Rp 500 Juta yang Tertinggal di KRL

Jawapos Diupdate 04.30, 10/07 • Dipublikasikan 11.30, 10/07 • Kuswandi
Seorang Berinisial SB Pemilik Uang Rp 500 Juta yang Tertinggal di KRL

JawaPos.com – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah menyerahkan uang senilai Rp 500 juta yang tertinggal di gerbong kereta Stasiun Bogor, Jawa Barat. Setiap harinya, berbagai jenis barang termasuk barang berharga ditemukan tertinggal di dalam KRL oleh petugas dan dicatat ke dalam sistem.

“Seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. SB kemudian di verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba dalam keterangannya, Jumat (10/7).

Anne menuturkan, uang yang ditemukan oleh petugas kebersihan KRL, Mujenih dan rekannya Egi kemudian diserahkan kepada pemiliknya berinisial SB. Hal ini setelah PT KCI memverifikasi soal barang miliknya yang tertinggal.

“Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas,” ucap Anne.

Petugas PT KCI, kata Anne, telah berkali-kali mengamankan barang tertinggal di dalam kereta. Benda yang tertinggal mulai dari makanan, tas, pakaian, helm, hingga benda berharga seperti laptop, perhiasan dan uang tunai bernilai jutaan rupiah.

“Dari segi nilai barang, temuan pada Senin sore lalu adalah yang terbesar,” beber Anne.

Anne menyebut, seluruh barang temuan yang tertinggal di gerbong kereta dicatat dalam sistem lost and found PT KCI yang menghubungkan 80 stasiun KRL. Dalam satu hari, rata-rata ada delapan barang yang ditemukan. Lebih dari 50 persen telah diambil kembali oleh pemilik barang.

“Barang bawaan adalah tanggung jawab sepenuhnya dari masing-masing pengguna. Namun saat ada barang yang tertinggal di dalam kereta maupun di stasiun dan selama tidak berpindah tangan ke orang-orang lain yang tidak bertanggung jawab, pasti akan diamankan oleh petugas. Kejujuran dari para petugas di KRL maupun stasiun dalam menangani barang tertinggal ini telah berkali-kali terbukti,” pungkas Anne.

Sebelumnya, Petugas kebersihan kereta rel listrik (KRL), Mujenih, 30, menemukan uang senilai Rp 500 juta dalam kantong plastik yang sebelumnya dikira tumpukan sampah. Kantomg plastik itu tergeletak di gerbong kereta saat parkir di Stasiun Bogor Jawa Barat.

”Di gerbong tiga dari belakang, ada di bawah kursi prioritas. Sempat ditendang-tendang, dikira itu sampah,” ungkap Mujenih di Bogor pada Kamis (9/7).

Penemuan setumpuk uang pecahan Rp 100 ribu itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat dia mengepel lantai KRL jurusan Jakarta–Bogor yang baru tiba di Stasiun Bogor.

Menurut dia, sebelum mengetahui kantong plastik itu berisi uang, tak satupun penumpang KRL yang lalu lalang menaruh perhatian. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menendang-nendang bungkusan tersebut lantaran mengira berisi sampah.

”Awalnya saya lagi kerja, terus kata keamanan ada bungkusan sampah atau apa ya. Saya buka berdua sama dia. Pas lihat, saya langsung kembalikan saja ke PS (passanger service) Stasiun Bogor,” terang Mujenih yang sudah tiga tahun bekerja di PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) itu.

Artikel Asli