Semua Wanita Pasti Alami Puber Kedua di Usia 40 Tahun, Begini Gejalanya

Suara.com Dipublikasikan 07.53, 13/11/2019 • Yasinta Rahmawati
Ilustrasi wanita mengalami pubertas kedua (shutterstock)
Ilustrasi wanita mengalami pubertas kedua (shutterstock)

Suara.com - Semua wanita pasti akan melalui masa pubertas kedua, tidak hanya di masa remaja. Pubertas kedua pada wanita ini biasanya terjadi usia 40 tahun yang disebut perimenopause.

Pubertas kedua pada wanita ini menandakan transisi mereka ke masa non-kesuburan. Perimenopause adalah masa ketika wanita akan mengalami perubahan signifikan dalam hidup, baik secara fisik, fisiologis, psikologis dan emosional.

Pada masa perimenopause inilah seorang wanita akan mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan ini bisa sangat dramatis sehingga sering disebut sebagai pubertas kedua.

Perubahan itu terjadi karena hormon estrogen wanita mulai tidak stabil yang berdampak pada pikiran dan emosi. Melansir dari The Star, berikut ini perubahan yang akan dialami oleh wanita ketika memasuki puber kedua.

1. Perut dan lemak tubuh

Selama masa pubertas kedua, lemak di payudara akan menyebar ke pinggul. Selama perimenopause, metabolisme lemak melambat sehingga menyebabkan lemak bergerak ke perut. Wanita juga mengalami efek kendur pada payudara dan berat badan juga meninggal.

Ilustrasi wanita alami pubertas kedua (shutterstock)

2. Gangguan mood dan depresi

Pada tahun 2006, peneliti dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat menemukan peningkatkan risiko depresi di masa perimenopause. Karena estrogen yang mengatur suasana hati mulai berkurang.

Fluktuasi hormon selama perimenopause itulah yang menyebabkan kemurungan, perasaan sedih, gelisah dan mudah tersinggung.

3. Memori dan konsentrasi

Kadar estrogen yang mulai berkurang juga memengaruhi fungsi kognitif otak yang mengatur fungsi-fungsi seperti memori, konsentrasi dan flesibilitas mental. Studi menunjukkan bahwa sekitar 40 persen wanita permenopause lebih mudah lupa.

4. Kecantikan dan keintiman

Wanita yang mengalami pubertas kedua juga akan mengalami hilangkan kekencangan kulit, kulit kering, vagina kering, iritasi dan infeksi. Kondisi ini tentu saja memengaruhi seksualitas sekaligus kepercayaan diri wanita.

Artikel Asli