Sempat ukir rekor baru, harga emas kembali menjauh dari level terendah

Kontan.co.id Dipublikasikan 22.40, 11/11/2019 • SS. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas kemarin (11/11) sempat mencetak rekor terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir, terseret ke bawah oleh sentimen risiko yang optimistis membuat bursa saham Amerika Serikat (AS) dekat dengan level rekor tertinggi.

Tapi, di akhir perdagangan harga emas berbalik arah. Mengacu Bloomberg, harga emas spot naik 0,15% menjadi US$ 1.456,01 per ons troi, setelah menyentuh level terendah sejak 5 Agustus. Sementara emas berjangka AS turun 0,42% menjadi US$ 1.456,70.

"Secara keseluruhan, prospek untuk (pasar yang lebih luas) tampaknya lebih positif," kata Tai Wong, Head of Base and Precious Metals Derivatives Trading BMO, yang menambahkan, pemicu langsung penurunan emas adalah sentimen teknikal karena gagal bertahan di atas US$ 1.460.

*Baca Juga: Terperosok, Harga Emas Hari Ini Kembali Ukir Rekor Terendah Baru *

"Sebelum reli Agustus yang didorong oleh (sengketa) perdagangan (AS-China), emas berada dalam kisaran US$ 1.380-US$ 1.440, sehingga emas bisa diperdagangkan turun di suatu tempat ke tingkat itu," ujar Wong kepadaReuters.

Bursa saham AS memantul dari posisi terendah pada Senin dan melayang ke dekat level rekor tertinggi pada minggu sebelumnya. Tetapi, investor tetap berhati-hati tentang negosiasi perdagangan AS-China, setelah Presiden Donald Trump mengatakan, Beijing menginginkan kesepakatan lebih dari yang dia lakukan.

Trump juga menyatakan, ada pelaporan yang salah tentang kesediaan Washington untuk membatalkan tarif. "Bouncing Wall Street mengambil semuanya dari emas yang telah terjadi hari ini," kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures, kepada Reuters.

*Baca Juga: Bank Sentral Borong Emas, Harga Emas Hari Ini Mulai Menjauh dari Rekor Terendah *

Harga emas merosot 3,6% minggu lalu untuk penurunan mingguan terbesar dalam tiga tahun terakhir, di tengah optimisme ekuitas dan seputar kesepakatan perdagangan AS-China.

"Emas sedang menunggu perkembangan fundamental besar berikutnya," kata Jim Wyckoff, Senior Analysit Kitco Metals. Dia bilang, penurunan pasar saham bisa mendongkrak harga emas, seperti kerusuhan di Hong Kong yang memburuk.

"Jika situasi itu (di Hong Kong) memburuk lebih lanjut, itu bisa memberi emas tumpangan safe-haven," tambah Wyckoff.

Artikel Asli