Sempat Viral di Medsos, Kisah Penculikan Anak Ternyata Bohong

SINDOnews Dipublikasikan 00.41, 27/08/2019 • Yuswantoro
Sempat Viral di Medsos, Kisah Penculikan Anak Ternyata Bohong
Polisi menyelidiki aksi penculikan anak, yang ternyata hanya hasil karangan anak berinisial RAF. Foto/Ist.

LUMAJANG - Kisah seorang anak SD di Kabupaten Lumajang, sempat viral di media sosial (Medsos), karena sang bocah berani melawan penculik dan meloloskan diri.

Bocah tersebut diketahui berinisial RAF, yang masih duduk di bangku kelas 4 SD Negeri Kepuharjo, Kabupaten Lumajang.

Kasus berawal dari cerita RAF kepada orang tuanya. Dia menyebutkan, hampir menjadi korban penculikan di area persawahan dekat Markas Yonif 527.

RAF berangkat sekolah dengan berjalan kaki dari rumah, tiba-tiba dihadang tiga orang lelaki dewasa dan menyeretnya ke dalam mobil. Ia juga mengatakan, sempat dipukul pada bagian kepala sebelum akhirnya meloloskan diri dan bersembunyi di semak-semak.

Namun setelah ditelusuri oleh Kepala SD Negeri Kepuharjo, beserta petugas dari Polres Lumajang, ternyata kejadian tersebut hanyalah karangan belakandari sang anak. Dirinya takut kepada salah satu guru lantaran tidak mengerjakan pekerjaan rumah mata pelajaran matematika.

Orang tua korban yang sudah menceritakan kejadian penculikan anaknya tersebut di medsos, hanya bisa tersipu malu seraya meminta maaf berkali-kali kepada para tetangga maupun ke sesama wali murid.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, agar hal tersebut tidak diulang lagi. Orang tua juga harus memberikan perhatian kepada anak-anaknya, agar tidak membuat kabar bohong.

"Hal ini terjadi murni karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, sehingga sang anak dengan tidak bertanggung jawab membuat karangan cerita kalau dia selamat dari penculikan. Jika hal ini dibiarkan, bisa saja anak tersebut akan terus suka berbohong sampai dewasa nanti. Sangat dibutuhkan peran orang tua dan guru sebagai pendidik untuk mengajarkan budi pekerti tentang kejujuran kepada anak didiknya," terang Arsal.

Sementara menurut Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra, kasus tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan. "Dalam kasus tersebut, tidak ada yang menuntut lantaran tidak ada yang merasa dirugikan. Namun orang tua dari anak tersebut telah berjanji di depan kepala sekolah dan juga anggota Polres Lumajang, untuk lebih mendidik serta siap bertanggung jawab jika hal serupa muncul di kemudian hari," tegasnya.

Inilah isi unggahan orang tua anak SD berinisial RAF yang menyebar di medsos, dan sempat membuat resah masyarakat Kabupaten Lumajang, namun ternyata hanya bualan cerita sang anak:

Assalmmualaikum pak misman…saya wali murid dri ank Rega adzani fajar syaifudin ingin mmberitahukan….bru saja sewaktu brngkat sekolah ank saya brngkat jln kaki dri rumah k sekolah…tiba2 dihadang 3org laki2 dewasa didekat sawah batalion situ…ank saya lngsung di blekap mulutnya dan diseret mnyeberang jlan mnuju kemobil si pelaku…ank saya brusah ngbrontak dan brteriak tp mlah dipkul dan ditampar oleh pelaku…hampir sja ank sya dimasukkan ke mobil dan akn diculik tp ank sya brhasil lari.kabur dan sembunyi dari pelaku2 trsebut….ank saya hampir mnjadi korban pnculikan….ank saya pun pulang dgn rasa syock dan mnangis smbil mncritakan hal yg tlah dialami baru saja kpada saya.dan saya pun sempat mndatangi tmpat dmna ank saya mau di culik …tp pelaku sudah tdak ad… demikian saya melaporkan kpda pak misman untuk mmberi waktu ank saya unt mnenangkan dri drmah krna syock yg ank saya alami….mohon pngertiannya pak…dan trima kasih. Wassalmmualaikum wr wb.

Hanya sekedar informasi nggeh ibu2, kejadian di depan asrama, murid SD kepuharjo kelas 4

Artikel Asli