Sempat Melepas Baju Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Pelaku Bantah Lakukan Pencabulan

Kompas.com Dipublikasikan 10.35, 25/01/2020 • Pythag Kurniati
IST
Ilustrasi.

KOMPAS.com- Yo, pelaku penculikan dan pembunuhan Astrid (15), seorang pelajar SMA yang ditemukan tengkoraknya mengaku, sempat melepas baju Astrid usai membunuh gadis tersebut, Sabtu (9/11/2010) dini hari di rumahnya.

Namun, Yo membantah telah melakukan pencabulan pada Astrid.

Yo adalah sopir angkot langganan Astrid sejak gadis itu duduk di bangku SMP. Keduanya saling mengenal.

Menurut keterangan Yo pada polisi, ia melepas seluruh baju Astrid lantaran takut ada sidik jarinya menempel di tubuh korban.

Selain melepas pakaian, Yo juga melepas perhiasan Astrid.

Baca juga: Hilang, Ditemukan Tengkoraknya, Pelajar SMA Ternyata Diculik dan Dibunuh Sopir Angkot Langganan

Niat merampok motor

Yo mengeklaim, niatnya menculik dan membunuh Astrid adalah untuk menguasai motornya.

Niat tersebut timbul saat Astrid datang ke rumah Yo lantaran Yo memintanya bantuannya mengantar kado untuk kawan Astrid.

"Korban dan pelaku ini sudah saling kenal, yaitu korban sering naik angkot pelaku sejak SMP sehingga korban menyetujui," kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika.

Sesampainya di rumah Yo, Astrid sempat meminta air putih. Oleh Yo, Astrid diminta mengambil sendiri ke dapurnya.

Pelaku kemudian mendekap leher Astrid menggunakan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya memegang tangan kiri korban.

Tangan Astrid lalu diikat dengan tali plastik dan kakinya diikat dengan kabel listrik. Ia meminta Astrid tidak berteriak.

Baca juga: Setelah Bunuh Pelajar SMA di Bengkulu, Sopir Angkot Sempat Makan dan Ngopi Santai

Sempat dititipkan

Pelaku sempat menitipkan Astrid lantaran ia hendak mengantar penumpang.

"Setelah diikat korban sempat dititipkan ke salah satu rumah saksi," ujar Kapolres.

Saat dibawa kembali ke rumah Yo, Astrid sempat berteriak dan membuat Yo panik. Ia pun mencekik Astrid hingga tewas.

Yo kemudian melepaskan seluruh pakaian Astrid, memasukkan jasadnya dalam karung dan membuang jasad Astrid ke Jembatan Sungai Air Merah.

Polisi menemukan tengkorak dan tulang kaki diduga Astrid di lokasi tersebut pada Selasa (21/1/2020).

Dugaan perilaku seks menyimpang

Melansir Antara, Yo diduga memiliki perilaku seks menyimpang.

Kasat Reskrim Rejang Lebong, AKP Andi Kadesma mengemukakan, hal itu terungkap dari penyisiran ponsel Astrid yang sempat digunakan oleh Yo.

Yo, kata polisi, disebut kerap melakukan panggilan telepon melalui video call dengan menampakkan alat kelaminnya.

"Pelaku ini sering melakukan video call dengan nomor-nomor cewek yang didapatkan dari grup sekolah yang ada di HP korban dengan memperlihatkan alat kemaluannya," ujarnya, seperti dikutip dariAntara.

Salah satu orang yang mendapat teror panggilan dari Yo adalah Hendri, paman Astrid.

"Ada beberapa kali panggilan video call dari nomor korban dan saat diangkat ada orang yang menampakkan alat kemaluannya, kemudian kami melakukan pelacakan dan kemudian berhasil ditangkap polisi," kata dia.

Selain itu, polisi juga menemukan sembilan potong celana dalam wanita saat menggeledah mobil angkot bernomor polisi BD 1020 GL milik Yo yang kerap ditumpangi Astrid.

Sumber: Kompas.com (Kontributor Bengkulu Firmansyah | Editor: Khairina), Antara

Editor: Pythag Kurniati

Artikel Asli