Sempat Kirim Pesan ke Korban, Pelaku Pemerkosaan di Bintaro Diburu Polisi

Suara.com Dipublikasikan 12.19, 08/08 • Reza Gunadha
Viral curhat perempuan korban pemerkosaan di Bintaro (Twitter)
Viral curhat perempuan korban pemerkosaan di Bintaro (Twitter)

Suara.com - Aparat kepolisian sudah menerima laporan terkait aksi penganiayaan dan pemerkosaan yang menyasar seorang perempuan asal Bintaro, Tangerang Selatan berisial AF.

Berangkat dari aduan tersebut, kekinian polisi tengah melakukan pencarian terhadap pelaku.

"Betul, Polres Tangsel telah menerima pengaduan korban. Pelaku dalam pencarian anggota kami," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Imam Setiawan kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).

Berkenaan dengan hal tersebut, polisi sudah menggali keterangan dari lima orang saksi.

Hal itu dilakukan sebagai bahan pelengkap untuk dijadikan bahan penyelidikan. Sebab, korban tak mengenal pelakunya.

"Sekitar 5 saksi yg telah diperiksa. Data yang ini akan melengkapi data hasil penyelidikan kami karena awal korban melapor tidak diketahui siapa pelakunya," jelas Imam.

Untuk diketahui, seorang perempuan di Bintaro, Tangerang Selatan berinisial AF curhat di media sosial terkait kasus penganiayaan dan pemerkosaan yang dialaminya.

Ia mengaku diperkosa dan dianiaya oleh seorang pria berinisial RI di kawasan Bintaro, Tanggerang Selatan. 

Melalui akun sosial medianya, AF menceritakan kronologis kejadian yang dia alami pada 13 Agustus 2019 silam sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengungkapkan keluh kesahnya menggunakan bahasa inggris.

"Tak terasa sudah hampir setahun bagi saya untuk akhirnya mengambil keberanian untuk membicarakan peristiwa ini yang telah menghantui saya sampai hari ini," tulis AF yang dikutip Suara.com, Sabtu (8/8/2020).

AF mengaku tak memiliki bukti yang kuat untuk menjebloskan pelaku ke penjara. Oleh karena itu dirinya memberanikan diri untuk curhat di media sosial.

"Saya tidak memiliki cukup bukti untuk memasukkan b*jing*n ini ke penjara, sehingga yang bisa saya lakukan adalah mengeksposnya. Foto-foto di atas berasal dari rekaman CCTV dan semua data yang dikonfirmasi yang telah saya kumpulkan," tulis AF.

AF menceritakan ketika itu dirinya sedang berada di rumah seorang diri di kawasan Bintaro. Kemudian tiba-tiba pelaku datang dan membangun kan dirinya.

"Ibu saya berangkat kerja hari itu tanggal 13 Agustus, sekitar jam 9.30 pagi.  Seseorang tampaknya dengan sengaja membangunkan saya dari tidur, dan saya melihat siluet tinggi meninggalkan kamar saya," ucap AF dalam unggahannya.

Kemudian AF mengikuti langkah kaki pelaku hingga ke sebuah ruangan di rumah itu. 

Ketika itu ia dipukul berulang kali oleh pelaku menggunakan benda tumpul hingga mengalami luka-luka.

"Belum sempat saya beraksi, dia memukuli saya beberapa kali dengan apa yang saya yakini sebagai sepotong logam sampai saya mengeluarkan darah dari kepala saya dan terbaring hampir tidak sadarkan diri di lantai," kata AF.

AF sadar, ia melihat pelaku tengah memegang pisau. Pelaku kata AF kemudian mengancam korban dan memperkosa korban.

"Saya melihat dia memegang pisau dan saya memintanya untuk tidak membunuh. Dia mengatakan kepada saya untuk tetap diam dan terus menyerang saya secara seksual, ya kata yang tepat," tutur AF.

Pelaku kata AF kemudian kabur membawa ponsel. Setelah meyakini pelaku kabur, AF kemudian keluar meminta tolong ke warga sekitar.

" Setelah dia selesai dia meninggalkan kamarku, mengancamku untuk tinggal di dalam. Aku langsung mencari ponselku tapi hilang dan bersembunyi di kamar mandiku, sampai aku yakin dia pergi. Saya berlari keluar segera setelah tidak ada tanda-tanda siapapun di rumah saya dan meminta bantuan kepada tetangga," tulis AF.

Di hari yang sama, AF langsung pergi  ke rumah sakit untuk pemeriksaan laporan kepolisian.

Selain itu, pelaku RI sempat mengirim pesan melalui instagramnya dan menyampaikan permintaan maafnya disertai ancaman.

"Juga di hari yang sama dia memutuskan untuk mengirim SMS kepada aku, pertama mencoba meminta maaf, lalu sekali lagi mengancamku karena dia membiarkanku hidup, dia menggunakan VPN untuk meneror IG lamaku," kata AF.

Dalam unggahannya, AF juga menyertakan foto diduga pelaku dan tangkapan layar percakapan dirinya dengan pelaku RI pasca kasus yang dialaminya. 

Artikel Asli